JOGJA - SMPN 3 Kota Yogyakarta genap berusia 78 tahun. Di usia yang tak lagi muda ini, warga sekolah terus berkomitmen untuk tetap peduli terhadap lingkungan. Salah satu upayanya adalah dengan menghadirkan Joser Spegata. Yakni kader Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang berperan aktif dalam pengelolaan sampah di sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 3 Kota Yogyakarta Suharyanti menjelaskan, pembentukan Joser Spegata menjadi bagian dari upaya sekolah mendukung program Pemerintah Kota Yogyakarta melalui gerakan Mas Jos.
“Anak-anak kami dorong untuk tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tapi juga mampu menjadi penggerak di lingkungan sekolah dan rumah,” ujarnya Sabtu (1/11).
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Ke-78 SMPN 3 Kota Yogyakarta Tujiyono menuturkan, gelaran setiap tahun sekali ini juga menjadi bentuk introspeksi sekolah. Melihat berbagai kekurangan dan prestasi selama setahun terakhir. Tema yang diangkat setiap tahun, juga berbeda. Menyesuaikan kondisi yang sedang dihadapi. “Misalnya sekarang yang dihadapi di Kota Yogyakarta itu sampah, maka SMPN 3 Yogyakarta ingin berkontribusi,” sebutnya.
Oleh karena itu, para Joser turut dibentuk. Sehingga harapannya, mampu memecahkan masalah sampah skala kecil di tingkat sekolah. “Joser-Joser tadi bisa mengimplementasikan di rumah masing-masing,” harapnya.
Sementara itu Joder SMPN 3 Kota Yogyakarta Rizki Dirgandono mengatakan, pemilahan sampah penting, supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap dan tidak mencemari lingkungan sekolah. “Kami belajar untuk disiplin membuang sampah sesuai jenisnya dan mengolah sampah organik menjadi kompos,” katanya.
Diketahui, rangkaian kegiatan HUT SMPN 3 Kota Yogyakarta turut dimeriahkan dengan beragam lomba akademik dan non-akademik. Seperti olimpiade IPA dan IPS, lomba seni dan vokal, serta lomba melukis yang turut diikuti oleh siswa SD di Kota Yogyakarta. Selain itu, turut digelar seminar pendidikan, hingga bakti sosial di daerah Kulon Progo. (mg/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita