JOGJA - Kota Jogja berkomitmen menuju wilayah dengan predikat tangguh bencana. Hal itu diwujudkan dengan deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana yang dilakukan di Balai Kota, Kamis (30/10/2025). Kegiatan itu sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, deklarasi menjadi komitmen untuk memperkuat penanggulangan dan pencegahan bencana. Sekaligus sebagai langkah menyatukan visi dari seluruh elemen pentahelix untuk mewujudkan ketangguhan.
Nur menjelaskan, saat ini Kota Jogja masih menuju kota tangguh bencana. Sebab hingga sekarang belum memenuhi sepuluh parameter tangguh bencana.
Meliputi organisasi dan koordinasi, pengkajian risiko bencana, rencana keuangan dan anggaran, pembangunan dan perancangan kota yang tangguh, serta kawasan penyangga dan jasa-jasa ekosistem. Kemudian kapasitas kelembagaan, kemampuan komunitas, infrastruktur pelindung, kesiapsiagaan dan tanggap bencana, serta perencanaan pemulihan pasca bencana dan pembangunan lebih baik.
“Kata menuju berarti ada aspek yang harus ditingkatkan dan dipenuhi bersama, seperti masalah kelembagaan, kapasitas wilayah, anggaran, dan kolaborasi pentahelix,” ujar Nur di sela deklarasi, Kamis (30/10/2025).
Nur menarget, sepuluh parameter menuju Jogja Tangguh Bencana itu dapat terpenuhi secara bertahap dalam lima tahun ke depan. Upaya mencapainya dilakukan dengan peningkatan program pelatihan bersama berbagai unsur seperti pemerintah, TNI/Polri, akademisi, masyarakat, hingga media.
Dia menjelaskan, kegiatan pelatihan menjadi aspek penting untuk menyiapkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Sebab masyarakat akan lebih cepat merespon potensi bencana wilayahnya agar resiko bencana dapat dikurangi.
Selama rangkaian bulan PRB, kata Nur, pihaknya juga telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan. Misalnya dengan peningkatan kapasitas Kampung Tangguh Bencana (KTB) di 14 kemantren.
Kemudian juga berbagai kegiatan untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang kebencanaan. Serta telah dijadwalkan uji coba Early Warning System (EWS) pada sungai-sungai di Kota Jogja pada 4 November 2025 mendatang.
“Kegiatan uji coba EWS untuk memastikan peralatan peringatan dini berfungsi optimal saat cuaca ekstrem,” jelas Nur.
Deklarasi tersebut disambut baik oleh para relawan, salah satunya Anggota KTB Minggiran Subono. Menurutnya, lewat deklarasi bisa semakin meningkatkan koordinasi dan kesiapan relawan dalam merespons kebencanaan.
Dia memastikan, KTB Minggiran selalu dalam kondisi siap siaga terhadap berbagai potensi bencana. Terutama potensi pohon tumbang yang sering terjadi ketika memasuki musim penghujan.
“Semua peralatan sudah ada dan lengkap, dengan berbagai persiapannya,” jelas Subono. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin