Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Gelar Tirtodipuran Street Festival 2025, Angkat Potensi UMKM dan Budaya Lokal

Magang Radar Jogja • Minggu, 26 Oktober 2025 | 04:31 WIB
Tirtodipuran Street Festival 2025, Sabtu (25/10/2025).
Tirtodipuran Street Festival 2025, Sabtu (25/10/2025).

JOGJA – Pemkot Jogja gencar meningkatkan potensi UMKM lokal lewat even yang digelar Tirtodipuran Street Festival 2025, Sabtu (25/10/2025) sore.

Festival ini merupakan agenda tahunan yakni gebyar UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui penampilan kesenian tradisional.

Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, Tirtodipuran merupakan area yang sangat possible ataupun prospek untuk dikembangkan.

Sebab di wilayah ini tak hanya banyak destiasi wisata melainkan tujuan lain.

“Satu, destinasi wisata banyak di sini. Banyak resto, kafe, juga tempat-tempat batik yang asli dari Tirtodipuran. Kita di sini sempatnya batik Lentong,” katanya dalam sambutan saat membuka even.

Festival ini didukung secara langsung oleh Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kota Jogja, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Jogja  ini.

Dalam even ini dia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam evaluasi dan monitoring terhadap UMKM yang ada.

Sejauh ini, sebanyak 177 UMKM telah terdaftar dalam forum UMKM Kemantren Mantrijeron.

Sebanyak 80 di antaranya telah memiliki izin produksi pangan industri rumah tangga (PIRT) maupun sertifikasi halal.

Staf Jawatan Kemakmuran sekaligus Pengampu Gelar Potensi UMKM Wulan memaparkan, festival ini turut hadir 32 UMKM Kemantrenjeron, kelompok tani, bank sampah, dan sisanya UMKM di DIY.

“Kemarin di bulan Juni kita juga ada. Terus kita dapat anggaran lagi di bulan Oktober ini,” ungkapnya.

Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron Narotama menambahkan, secara rutin kemantren telah memberikan pelatihan kepada UMKM.

Baik untuk keterampilan pendampingan UPS dan perizinan SNIB, kolaborasi dengan usaha sekitar, pemasaran hingga promosi virtual melalui virtual katalog Menteri jeroen di website.

“Kebetulan di Tirtodipuran ini daerah wisata internasional ya, banyak bule yang ada di sini. Dekat Prawirotaman juga sebagai pusat wisata, nah ini nanti bisa memberikan channel yang lebih luas,” katanya.

Festival yang berlangsung selama dua hari ini dimeriahkan oleh berbagai kesenian tradisional.

Pada sesi pembukaan pengunjung disambut oleh Kirab Bregodo Mantrijeron Nyawiji yang kemudian dilanjutkan oleh tiga tarian tradisional.

Festival kolaborasi dengan semangat penguatan UMKM menjadi momentum penting sekaligus bentuk dukungan ekonomi lokal dengan tak meninggalkan nuansa budaya.

“Harapannya UMKM bisa naik kelas ya, dengan adanya kegiatan ini UMKM pasarannya lebih menjangkau, lebih luas lagi, tidak hanya skop lokal di kementerian saja. Tapi juga sampai ke internasional,” tambah Narotama. (Salwa Mutia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#budaya lokal #Gebyar UMKM #Pemkot Jogja #Potensi UMKM