Kali ini dipusatkan di Mal Galeria Jalan Soedirman Jogja. Acaranya berlangsung sepekan mulai 23 hingga 28 Oktober 2025.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Jogja Deni Sudaryanto mengatakan, EKP merupakan wadah bagi wirausahawan muda di Kota Jogja unjuk diri ke publik.
Baca Juga: SMA Olifant Susul Tim Putri Lolos ke Babak Play-off usai Tundukkan SMA Stella Duce 2
Khususnya bagi mereka yang sudah melalui masa inkubasi lewat program YES BOSS atau Yogyakarta Entrepreneur School of Business Ownership.
Tahun 2025 ini EKP diikuti 28 wirausaha muda. Bersamaan dengan itu, EKP juga menjadi wadah berekspresianak-anak muda. Sebab, di lokasi juga digelar pentas seni dan kompetisi e-sport.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam pembangunan kepemudaan. Garis besar dari pembangunan kepemudaan adalah proses memberikan fasilitasi,” ujar Deni di sela pembukaan kegiatan pada Kamis (23/10/2025).
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Jogja Mugi Suyatno menginfimasikan EKP 2025 inidiselenggarakan satu pekan hingga Selasa 28 Oktober 2025 mendatang.
Kegiatan tersebut sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Mugi menyatakan, program EKP sudah berjalan selamalima tahun terakhir.
Program tersebut menjadi bukti anak-anak muda berani untuk berwirausaha. Sekaligus menjadi wadahmenampilkan hasil pendampingan yang sudah dilakukan.
“Peserta pameran menampilkan berbagai jenis produk, mulai dari tenan modern hingga tenan yang bersifat tradisional seperti angkringan,” papar Mugi.
Di tempat sama, Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda Jogja Muhammad Helmi Rahman menambahkan, tantangan bagi wirausahawan muda saat ini cukup beragam. Salah satunya terkait mental anak-anak muda.
Helmi menyebut, generasi muda sekarang cenderung terlalu ingin cepat sukses. Namun untuk mencapai kesuksesan banyak yang menginginkannya dengan cara yang singkat.
Baca Juga: Biasakan Pangan Lokal, Pelajar Kebumen Diajak Makan Telur hingga Kacang Rebus
“Kami berharap lewat kegiatan dan program Expo Karya Pemuda ini dapat menjadi proses pembelajaran untuk mewujudkan keberhasilan mereka,” jelas Helmi yang juga koordinator kegiatan. (inu/kus)
Editor : Bahana.