Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rhetno Arobiatul Jauzak, Santri Ponpes Al-Fathimiyah Al-Munawwir Krapyak yang Peroleh Dua Beasiswa Pendidikan Internasional

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:52 WIB

 

BEKAL PERSAINGAN GLOBAL: Rhetno Arobiatul Jauzak, santri Pondok Pesantren Al-Fathimiyah Al-Munawwir Krapyak yang meraih dua pendidikan internasional.
BEKAL PERSAINGAN GLOBAL: Rhetno Arobiatul Jauzak, santri Pondok Pesantren Al-Fathimiyah Al-Munawwir Krapyak yang meraih dua pendidikan internasional.

JOGJA - Santri tidak hanya sukses di bidang keagamaan, namun juga mampu menorehkan prestasi gemilang di bidang non-keagamaan. Salah satu buktinya adalah Rhetno Arobiatul Jauzak. Santriwati dari Pondok Pesantren Al-Fathimiyah Al-Munawwir Krapyak ini meraih dua beasiswa pendidikan internasional.

Perempuan yang akrab disapa Rere ini merupakan penerima beasiswa DAP Kementerian Agama RI–LPDP dalam program Micro Credential Interfaith Dialogue di Amerika Serikat tahun 2024. Selain itu juga Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama Republik Indonesia 2025 bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Inggris. 


Dia aktif memperkenalkan konsep hubungan antaragama dan peran santri terhadap kebijakan publik dalam dunia internasional. Kiprahnya menghubungkan antara spiritualitas, kesehatan, dan keadilan sosial. Sehingga menjadikannya bagian dari gerakan ulama perempuan inspiratif yang fokus pada pengembangan diri santri dan pengabdian pada negara. 


Pada tahun ini melalui BIB Kementerian Agama, ​Rere diterima di jurusan hubungan internasional tiga kampus top dunia. Yakni King's College London (KCL), University of Chicago, dan University of Edinburgh. Namun dia mantap untuk memilih Inggris karena ingin mencoba pengalaman baru di belahan dunia lain.


Ya, ​Ketua Fatayat NU Kota Jogja periode 2015–2024 ini sebelumnya memang sudah mengenyam pendidikan di luar negeri. Yakni di Chicago, Amerika Serikat karena menerima beasiswa Dana Abadi Pesantren (DAP) Kemenag RI untuk program dialog antaragama.


"Saat itu saya merupakan satu-satunya santri berlatar belakang jurusan kesehatan di antara rekan-rekan teologi. Saya meneliti tentang Komunitas Penghayat di Jogjakarta dan isu kesehatan mental dalam esai,” ujar alumni jurusan kebidanan ini kepada Radar Jogja saat dihubungi lewat sambungan telepon dari Turki, kemarin (22/10).


​Menurut Rere, nilai-nilai kesantrian sangat berperan dalam keberhasilannya meraih beasiswa. Salah satunya kedisiplinan dan keaktifannya dalam dunia organisasi di pondok pesantren. Sebab, santri yang aktif menjadi salah satu pertimbangan dalam program beasiswa.


Selain itu, kemampuan menulis esai dan jurnal serta prestasi di bidang ekstrakurikuler pesantren seperti baca kitab kuning juga menjadi aspek penting. Lantaran dapat memupuk rasa percaya diri dan sebagai wadah mengekspos kemampuannya.


​Selain itu, Rere juga fokus dalam hal penguasaan ilmu umum. Sebab, menurutnya, santri tidak boleh hanya fokus dalam ilmu keagamaan saja. Lantaran bekal utama untuk menghadapi persaingan global hanya bisa didapatkan lewat bidang-bidang keilmuan umum.


​Baginya, menerima beasiswa LPDP juga merupakan bentuk pengabdian wajib kepada negara. Ia yakin, santri harus berperan dalam kebijakan publik dengan berlandaskan nilai-nilai akidah serta akhlak.


Sebab agama merupakan landasan utama pembuat kebijakan. “Jadi kalau banyak santri yang memegang kebijakan di Indonesia, otomatis dia akan menyelamatkan bangsanya," tegas Rere.
Dia pun menyampaikan, diambilnya jurusan hubungan internasional juga untuk membawa santri di dunia global. Sekaligus sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan santri sebagai sosok multidisipliner yang memiliki etika dan pemikiran bijak.


​Melalui perannya, Rere bertekad untuk mengenalkan citra baik seorang santri yang tidak reaktif dan jauh dari gambaran negatif. Serta berharap kiprahnya dapat menginspirasi dunia bahwa santri bisa mengubah peradaban dengan berlandaskan agama Islam yang baik.


​"Visi saya ya itu, membawa santri di dunia luar dan meng-influence semua seluruh dunia bahwa santri itu bisa mengubah peradaban," tandasnya. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#pondok pesantren #internasional #beasiswa #santri