JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Pasalnya, di tengah masa pancaroba seperti sekarang cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar hasil analisis dinamika atmosfer terpantau adanya pola konvergensi atau daerah pertemuan angin.
Kondisi itu berpotensi menambah pasokan udara untuk pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.
Kemudian, profil vertikal kelembaban udara terkini berada pada kategori cukup basah karena berada di ketinggian 1,5 hingga 3 kilometer dengan paras 850-700 mb.
Selain itu suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan relatif hangat dengan kisaran 26 hingga 30 derajat celcius.
Baca Juga: Hujan 12 Jam Sebabkan Enam Titik Longsor di Perbukitan Menoreh Kabupaten Kulon Progo
“Sehingga memberi peluang hujan, terutama saat siang hingga malam hari,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (22/10/2025).
Selama masa pancaroba seperti sekarang, Warjono juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Lantaran hujan lebat disertai petir dan angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu. Apalagi di wilayah Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul bagian utara.
Dia pun mengimbau, agar wilayah rawan bencana hidrometeorologi mulai mewaspadai banjir, longsor, pohon tumbang, dan genangan air.
Serta harus menghindari kebiasaan berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
“Periksa kondisi atap, talang air, dan listrik rumah untuk mencegah kebocoran maupun korsleting,” imbuh Warjono.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengaku, sudah menyiagakan personel dan peralatan kebencanaan hingga November mendatang.
BPBD Kota Jogja telah memiliki 26 early warning system (EWS) banjir.
Kehadiran alat tersebut akan memberi peringatan kepada masyarakat jika terjadi luapan sungai. Di samping itu, koordinasi dengan 69 kampung tangguh bencana juga diperkuat.
“Potensi banjir menjadi salah satu bencana yang diwaspadai, khususnya di daerah aliran sungai,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita