Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Langka, Dua Kereta Pusaka Keraton Keluar, Dalam Rangka Kirab Trunajaya Hari Ini

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 22 Oktober 2025 | 03:35 WIB
TRADISI: Abdi dalem mengendarai kereta pusaka Keraton Jogja saat dilakukan gladi resik di Jalan Rotowijayan, Kota Jogja, pekan lalu.
TRADISI: Abdi dalem mengendarai kereta pusaka Keraton Jogja saat dilakukan gladi resik di Jalan Rotowijayan, Kota Jogja, pekan lalu.

JOGJA - Setelah satu dekade tidak keluar dari Museum Wahanarata, dua kereta pusaka Keraton Jogja akan dikeluarkan dalam acara Kirab Trunajaya, hari ini (22/10). Kereta Landower akan digunakan sebagai tunggangan para tokoh Tumenggung di era Raden Trunajaya dan Kereta Premili sebagai tunggangan Pamucal Beksan Trunajaya.

"Ini termasuk momen istimewa, hampir lebih dari satu dekade akhirnya Keraton mengeluarkan dua kereta pusakanya," ujar Kepala Museum Wahanarata RM Pradiptya Abikusno saat ditemui di Museum Wahanarata Kagungan nDalem Keraton Jogja, kemarin (21/10).

Laki-laki yang akrab dipanggil KRT Condrokusumo di Keraton Jogja itu juga menjelaskan, dua kereta yang akan dikeluarkan itu adalah Kereta Landower dan Premili.

Sejarah Kereta Landower yang juga disebut Landower Surabaya dulunya juga merupakan kereta milik Pangeran Purbaya yang kelak menjadi Sultan Hamengku Buwono (HB) VIII.

Sedangkan Kereta Premili dulunya digunakan pada masa Sri Sultan HB VIII. Dipergunakan khusus untuk kereta pengangkut penari-penari Kasultanan Yogyakarta, bukan dari keluarga inti Sultan.

"Kereta ini juga jadi saksi sejarah dalam kebudayaan Keraton Yogyakarta," bebernya.

Kereta Landower, lanjutnya, dibuat pada 1900. Sedangkan Kereta Premili merupakan kereta besar yang digunakan untuk membawa rombongan, lebih dari 10 penumpang.

"Besok (Premili) ini akan digunakan untuk membawa para Pamucal (pelatih) Beksa Trunajaya. Kereta Kyai Landower sendiri nanti akan digunakan untuk titihan para Temanggung di tokoh Trunajaya," jelasnya.

Kirab akan dilaksanakan dari DPRD DIJ menuju ke Pagelaran Keraton Jogja. Kereta Landower berada di depan barisan, diikuti pemusik dari Bregada Keraton Jogja dan kereta maupun penunggang kuda lainnya. Kereta Landower akan dinaiki dua orang dan kereta Premili nanti akan dinaiki enam orang.

Kereta Landower akan ditarik dengan empat kuda, Kereta Permili juga empat kuda. Uniknya, kereta tersebut nanti akan dikendarai oleh kusir yang merupakan keturunan langsung dari kusir asli yang dulu membawa kereta tersebut di zaman HB VIII.

"Kami sudah melakukan gladi resik sebanyak dua kali untuk memastikan kereta bisa digunakan," terangnya.

Baca Juga: Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Pangastho Aji, Laku Sri Sultan HB VIII

Total akan ada 60 kuda yang dipakai untuk kirab Trunajaya. Delapan kuda untuk menarik kereta pusaka, 52 lainnya akan ditunggangi.

"Prosesi tersebut juga spesial karena bertepatan memperingati ulang tahun Ngarso Dalem dalam Kalender tahun Jawa," ucapnya.

Terkahir kali kereta pusaka dikeluarkan, adalah saat perayaan Dhaup Ageng 2013 yakni pernikahan GKR Hayu putran Sultan dengan KPH Notonegoro. Kemudian tahun ini, karena menyesuaikan acara dan kebutuhan lapangan untuk kirab Trunajaya maka dua kereta itu dikeluarkan. Ada sekitar 12 kereta pusaka Keraton Jogja yang dikeluarkan apda saat itu.

"Alhamdulilah juga mendapatkan titah dari Ngarso Dalem," ucapnya.

Menurutnya, setiap kereta di Museum Wahanarata ada jenis dan fungsinya masing-masing. Ada yang hanya boleh ditunggangi oleh Sultan, ada yang boleh ditunggangi keluarga inti dan ada yang boleh ditunggangi di luar keluarga.

"Itu akan menyesuaikan dengan strata yang ada di Keraton," jelasnya.

Baca Juga: Bertepatan Tahun Dal atau 8 Tahun Sekali, Keraton Jogja Keluarkan Gunungan Bromo pada Garebeg Mulud Kali Ini, Apa Istimewanya?

Walaupun sudah berusia ratusan tahun, dua kereta itu sudah dipastikan mampu untuk digunakan dalam acara besok. Perawatan telah dilakukan di antaranya mengganti bagian karet ban pada roda kereta. Selain itu juga dilakukan pengecatan ulang di beberapa titik.

"Ritual khusus pasti ada, jadi kita biasanya ada prosesi caos dhahar sebelum mengeluarkan kereta, yakni sajian khusus saja, biar acaranya juga lancar dan lain sebagainya," paparnya. (oso/wia)

Editor : Herpri Kartun
#kereta pusaka Keraton Jogja #Museum Wahanarata #pangeran purbaya #Kirab Trunajaya #KRT Condrokusumo