Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut, tren okupansi hotel di awal Oktober sudah menunjukkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya.
"Bulan September lalu okupansi cukup rendah, di angka 45 persen. Padahal target kami 70 persen. Awal Oktober sudah naik ke sekitar 50 persen karena ada beberapa event di Jogja," ujarnya, Sabtu (18/10).
Menurutnya, peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata.
Namun, ia mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tidak terlena dan terus mengoptimalkan strategi promosi serta menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
"Kita semua stakeholder pariwisata harus gencarkan promosi dan menjaga ketertiban. Agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Jogja," imbuhnya.
Deddy optimistis tingkat hunian atau okupansi hotel akan terus naik hingga akhir tahun, terutama saat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia menilai potensi musim hujan tidak akan menjadi hambatan besar bagi sektor pariwisata selama tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Pilihan wisatawan untuk mengunjungi Jogja masih tinggi, bahkan dibanding kota lain seperti Solo, Malang, atau Bali. Jogja masih kuat dan jadi pilihan utama," katanya.
Lebih lanjut, Deddy menekankan pentingnya penyelenggaraan event setiap bulan agar destinasi wisata tetap hidup dan menarik.
"Idealnya tiap bulan ada event. Pemerintah provinsi atau kabupaten/kota harus berupaya maksimal. Dampaknya bukan hanya okupansi naik, tapi juga mendorong ekonomi sirkular," jelasnya.
Di sini lain, ia juga melihat kemajuan pariwisata kota lain seperti Kota Surakarta atau Solo. Deddy optimistis melihat hal tersebut sebagai peluang, bukan sebuah ancaman.
"Kalau Solo berkembang, daya tarik wisatawan untuk tinggal lebih lama. Jaraknya dekat, ini peluang kita bersama untuk mengelola tamu agar menginap di Jogja dan ikut dalam berbagai aktivitas wisata," ujar Deddy.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Surabaya Rizka Permatasari, mengaku telah merencanakan liburan akhir tahun di Jogja.
Menurutnya, suasana kota yang hangat dan pilihan destinasi wisata yang beragam menjadi alasan memilih Jogja.
"Kebetulan aku juga dulu kuliah di sini, jadi mau ketemu beberapa temen kuliah," paparnya.
Di samping itu, ia juga telah merencanakan untuk menonton konser pada malam pergantian tahun di Jogja. Sehingga alasannya untuk berwisata di Jogja pun kian kuat.
"Ada konser Kunto Aji juga malam tahun baru nanti, sekalian nonton dan liburan juga ke Jogja. Estimasi mungkin 4 sampai 5 hari," tandasnya. (iza)
Editor : Bahana.