Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Mohammad Sofyan memastikan komitmennya mendukung program strategis nasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Sofyan menilai, KKMP bukan sekadar entitas bisnis. Melainkan sebuah manifestasi dari semangat gotong royong masyarakat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.
Oleh karena itu, program pemerintah pusat itu sudah sepatutnya didukung oleh pemerintah di daerah. Menurutnya, upaya pendampingan kepada masyarakat yang menjadi penggerak KKMP juga harus dilakukan.
Baca Juga: Siswa Trauma, 420 Porsi MBG di SMAN 1 Jogja Tak Diambil, Disdikpora DIY akan Tindak SPPG Terkait
Sebab keberhasilan koperasi terletak pada kemampuan anggota untuk beradaptasi dengan zaman. Namun tanpa meninggalkan prinsip dasar menyejahterakan anggota. “Fungsi koperasi yang sesungguhnya adalah sebagai agregator kekuatan ekonomi kecil menjadi kekuatan yang besar dan berdaya saing.” ujar Sofyan kepada Radar Jogja, Selasa (14/10).
Sebagai pimpinan Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan, Sofyan menekankan tentang pentingnya pengelolaan KKMP di Kota Jogja. Sebab lewat pengelolaan yang profesional dan amanah, koperasi tentu mampu menjadi solusi konkret pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup anggota.
Kendati begitu, dia tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia perkoperasian saat ini. Misal, kurangnya adaptasi koperasi dengan teknologi digital. Lalu juga sulitnya bersaing dengan unit usaha yang lebih besar.
Baca Juga: Hadapi Persita Tangerang, PSIM Jogja Bawa 22 Pemain ke Indomilk Arena
Oleh karena itu, politikus PAN itu berkomitmen, komisi yang membidangi bidang ekonomi itu mendukung penuh penciptaan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan koperasi. Sehingga KKMP yang sudah terbentuk bisa tumbuh subur di Kota Jogja.
“Kami akan mengawasi implementasi kebijakan pemerintah kota agar program-program yang dirancang benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi gerakan koperasi,” tegasnya.
Bentuk dukungan legislatif, kata dia, dilakukan dengan mendorong Dinas Koperasi dan UKM lebih proaktif dalam memberikan pendampingan kepada anggota. Agar KKMP di Kota Jogja mampu bersaing dan naik kelas.
Baca Juga: Tren PHBS di Sleman Naik, Warga Diajak Lebih Peduli Kebersihan dan Kesehatan
Sofyan meyakini, dengan kolaborasi yang solid antara pengurus koperasi yang profesional, anggota yang aktif, pemerintah yang mendukung, dan legislatif yang mengawal. Maka koperasi akan kembali pada khitahnya sebagai pilar utama perekonomian Indonesia
"Yogyakarta memiliki modal sosial dan budaya gotong royong yang sangat kuat. Ini adalah DNA dari koperasi," tegas pria asal Kadipaten, Kraton ini. (*/inu/pra)
Editor : Heru Pratomo