JOGJA - Universitas Siber Muhammadiyah (USM) menggelar National Seminar and Confererence on Business, Techonologi and Health (SINABTECH 2025) di SM Tower Jogja dan melalui Zoom Meeting, Kamis (16/10). Seminar kali pertama diselenggarakan USM ini bertujuan sebagai wadah akademik penyampaian gagasan, hasil penelitian maupun inovasi program di era transformasi digital.
"Akan menjadi kegaitan rutin tahunan agar memiliki sarana bersama untuk saling tukar menukar ide, pemikiran dan pengalaman secara produktif," ujar Rektor Universitas Siber Muhammadiyah Dr Bambang Riyanta dalam acara tersebut.
USM merupakan salah satu dari 164 perguruan tinggi yang dimiliki Muhammadiyah dan tersebar di Indonesia maupun luar negeri. Universitas yang diprakarsai langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir itu beroperasi sejak 29 September 2021.
"Model pembelajaran kami modus tunggal Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang seluruh prosesnya dilakukan secara daring," bebernya.
SiberMu, lanjutnya, telah mengadopsi teknologi mutakhir, termasuk AI, untuk memfasilitasi skema pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa. Layanan akademik dan administrasi kuliah dilakukan menggunakan AI.
"Termasuk menjawab soal esai di forum, sudah bisa dilakukan oleh AI selama 24 jam untuk membantu para dosen. Kami sudah bisa memodifikasi Learning Management System (LMS) open source yang kemudian di-inject-kan AI di sana," ucapnya.
Sesuai dengan visi USM atau yang biasa disebut SiberMU, seminar dengan tema 'Transformasi Digital yang Berdampak: Artificial Intelligence (AI), Pendidikan, dan Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045' itu diharapkan menjadi ruang dialog dan publikasi ilmiah multidisipliner untuk merumuskan peta jalan pembangunan nasional di era disrupsi teknologi. Sebagai perguruan tinggi berbasis digital, SiberMu mengambil peran strategis dalam merespons isu-isu terkini.
"Transformasi digital telah menjadi keniscayaan yang merambah hampir seluruh sektor kehidupan. Tantangan dan peluang di era digital ini membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas bidang yang berorientasi pada keberlanjutan, keadilan, dan dampak nyata bagi pembangunan nasional," paparnya.
Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem menilai program yang diadakan oleh SiberMu sesuai dengan karakter Muhammadiyah yakni sebagai pembaharu. SiberMu melalui program pendidikannya diharapkan memunculkan terobosan-terobosan teknologi untuk mengantisipasi modernisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
"SiberMu harus adaptif dan responsif, tetapi tidak reaktif, terhadap berbagai kebijakan dan ekosistem pendidikan yang senantiasa berubah," cetusnya.
Agenda SINABTECH 2025 tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, parkatisi, pengambil kebijakan dan mahasiswa untuk saling bertukar gagasan. Ada tiga klaster utama yang dibahas yakni bisnis dan manajemen, teknologi dan sistem informasi, serta kesehatan dan hukum. Narasumber yang dihadirkan diantaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd yang diwakili Direktur Jenderal Sains dan Teknologi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. Kemudian Guru Besar Akuntansi UGM Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust), Guru Besar Ilmu Teknik Elektro FT UAD Prof. Drs. Ir. Abdul Fadlil, M.T,. Ph.D serta Dosen Faultas Hukum UGM Dr. Rimawati, S.H., M. Hum. (oso/laz)