JOGJA - Komisi D DPRD Kota Jogja yang membidangi kesejahteraan rakyat termasuk olahraga dan kesehatan menegaskan komitmennya dalam mendorong penyediaan fasilitas olahraga. Salah satunya melalui program One Kelurahan One Sport Facility.
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Choliq Nugroho Adji mengatakan, kehadiran fasilitas olahraga di setiap kelurahan akan berdampak positif pada banyak hal. Seperti mewujudkan semangat perilaku hidup sehat di masyarakat secara menyeluruh. Kemudian sebagai langkah strategis pembibitan atlet unggul sejak dini.
Adji menilai, akses yang mudah terhadap sarana olahraga merupakan kunci penting untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat. Muaranya akan berdampak positif pada produktivitas warga.
“Intinya dewan mendorong agar di tiap kelurahan ada fasilitas olahraga, agar mewujudkan perilaku hidup sehat sekaligus pembibitan atlet,” beber Adji yang secara aktif mengawal isu-isu terkait peningkatan kualitas hidup masyarakat Senin (13/10).
Konsep implementasinya, lanjutnya, dapat disesuaikan dengan potensi dan ketersediaan lahan di masing-masing kelurahan. Jika kelurahan memiliki tanah lapang, maka pemerintah kota (pemkot) bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun lapangan serbaguna.
Realisasinya dapat diwujudkan dalam bentuk lapangan sepak bola mini, lapangan voli, atau lapangan bulu tangkis. “Fasilitas ini nantinya harus dapat diakses secara mudah dan gratis oleh seluruh warga,” tegas Adji.
Baca Juga: Mahar Cek Rp 3 Miliar Mbah Tarman Diragukan, Tetangga Lapor Polisi atas Dugaan Cek Palsu
Namun, politisi Partai Nasdem itu menyadari tantangan keterbatasan lahan di Kota Jogja. Sehingga legislatif menyiapkan solusi alternatif. Yakni dengan menyediakan fasilitas olahraga skala kecil. Seperti lapangan tenis meja, dengan memanfaatkan bangunan seperti balai kampung atau kantor kelurahan.
Selain itu, perangkat untuk olahraga kebugaran sederhana seperti alat fitness outdoor bisa ikut disediakan. Dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai tempat olahraga.
Anggota dewan dua periode ini menilai, ketersediaan fasilitas olahraga di tingkat kelurahan juga berdampak pada aspek pembinaan atlet sejak dini. Sebab dengan sudah adanya lapangan atau sarana yang representatif, bakat-bakat olahraga lokal akan lebih mudah ditemukan dan diasah oleh komunitas setempat.
“Program One Kelurahan One Sport Facility ini sangat krusial. Tidak hanya menjadikan masyarakat sehat, tapi juga membuka peluang bagi anak-anak muda untuk berprestasi dan menjadi atlet,” beber Adji. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita