Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko Soroti Dampak Tol, Dorong Jogja Jadi Kota Event Nasional

Iwan Nurwanto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:15 WIB

 

 

DAYA TARIK: Peserta dari Kemantren Wirobrajan menampilkan lakon Gatotkaca Sraya dalam Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC) #9 di kawasan Tugu, Jogja, Senin (7/10).
DAYA TARIK: Peserta dari Kemantren Wirobrajan menampilkan lakon Gatotkaca Sraya dalam Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC) #9 di kawasan Tugu, Jogja, Senin (7/10).
 

JOGJA - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko menyoroti sejumlah tantangan perekonomian yang bakal dihadapi. Mulai dari pemangkasan dana transfer pusat hingga potensi pergeseran alur wisatawan akibat pembangunan jalan tol.

Danang menilai, harus ada inovasi di sektor pariwisata. Terutama melalui penyelenggaraan event. Sebab banyaknya event yang menarik wisatawan dapat menjadi kunci menjaga denyut nadi pendapatan asli daerah (PAD).

 Baca Juga: Damkar Gunungkidul Evakuasi Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter di Permukiman, Pastikan Warga Aman

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, perekonomian dan PAD Kota Jogja masih bergantung pada sektor jasa pariwisata. Baik itu usaha perhotelan maupun kuliner. "Dengan isu pemangkasan dana transfer keuangan pusat ke daerah, ini menjadi problematika daerah," ujar Danang saat ditemui di ruangan kerjanya Senin (13/10).

Tantangan lainnya, lanjut Danang, datang dari pembangunan infrastruktur jalan tol. Terlebih seluruh pintu tol berada di luar wilayah Kota Jogja. Sehingga berpotensi mengubah alur pergerakan wisatawan.

 Baca Juga: Tunggu Sampai Rekomtek Turun, Penambang Rakyat Sungai Progo Akan Bermalam di BBWSSO

Misalnya, untuk wisatawan dari arah timur. Mereka bisa langsung mengakses jalan tembus dari Prambanan ke Wonosari tanpa harus masuk ke Kota Jogja. Begitu pula wisatawan yang mendarat di Yogyakarta International Airport (YIA) dan ke Borobudur. Kemungkinan besar akan melewati akses tol di utara tanpa singgah di Jogja.

"Pintu tolnya di Sleman timur maupun Barat, sehingga dalam konteks menampung wisatawan domestik perlu disiasati," jelasnya.

 Baca Juga: Apresiasi Dedikasi Guru, Astra Motor Yogyakarta Seleksi Guru Inspiratif Astra Honda 2025

Oleh karena itu, Danang mendorong dinas pariwisata untuk segera berinovasi. Salah satu solusi yang dia tawarkan adalah memperkuat posisi Kota Jogja sebagai kota penyelenggara event berskala nasional.

 

Dia memastikan, legislatif khususnya di Komisi B DPRD Kota Jogja akan memberi dukungan agar predikat tersebut bisa tercapai. Salah satunya lewat regulasi yang memudahkan penyelenggara event untuk membuat kegiatan di Kota Jogja.

 

Danang juga menyayangkan batalnya gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC). Menurutnya, banyaknya event akan memengaruhi lama tinggal wisatawan. Sebab rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Jogja sampai saat ini hanya sekitar 1,6 hari.


Selain itu, dia juga melihat potensi lain yang belum tergarap maksimal. Yakni keberadaan asrama daerah di Kota JOgja. Padahal asrama ini dapat diberdayakan untuk menjadi pusat kreasi yang didanai oleh daerah masing-masing. “Sehingga Jogja yang dikenal sebagai nusantara kecil ini bisa memiliki potensi,” jelasnya. (*/inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Wayang Jogja Night Carnival #Wakil Ketua Komisi B #Kota Jogja #dprd kota jogja #pendapatan asli daerah (PAD) #tantangan perekonomian #Danang Rudiyatmoko #Pariwisata #jalan tol #event #Wisatawan #sektor pariwisata