Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perwakilan Ponpes se-Kota Jogja Sayangkan Framing Negatif Pesantren, DPRD Kota Jogja Desak KPI Bentuk Tim Pencari Fakta

Iwan Nurwanto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:24 WIB

 

AUDIENSI: Perwakilan Ponpes se-Kota Jogja saat beraudiensi dengan anggota DPRD Kota Jogja Rabu (15/10/2025).   
AUDIENSI: Perwakilan Ponpes se-Kota Jogja saat beraudiensi dengan anggota DPRD Kota Jogja Rabu (15/10/2025).  

 

JOGJA - Perwakilan pondok pesantren (ponpes) se-Kota Jogja mendatangi Kantor DPRD Rabu (15/10/2025).

Langkah tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka. Perihal dugaan tayangan di salah satu stasiun televisi nasional yang mencederai kalangan santri.

Juru Bicara Perwakilan Ponpes Kota Jogja Retno Arobiatul Jauzaq mengatakan, pemberitaan yang beredar dari salah satu televisi swasta dinilai sebagai bentuk framing negatif. Serta tidak sesuai dengan kenyataan maupun budaya yang selama ini ada di pondok pesantren.

 Baca Juga: Pemkot Jogja Akan Jadikan RTHP sebagai Tempat Pengolahan Sampah Organik

Retno menilai, apa yang disampaikan dalam satu tayangan program televisi swasta juga tanpa klarifikasi.

Sehingga membuat publik memandang buruk lembaga pondok pesantren, kiai, maupun para santri.

“Ini adalah insiden yang sangat buruk dan tidak hanya menjatuhkan santri, kiai, dan bu nyai. Namun lembaga pesantren juga terjatuhkan karena memang tidak sesuai fakta,” ujar Retno seusai beraudiensi dengan anggota dewan .

 Baca Juga: Gapura Selamat Datang Bantul Bakal Dipindah ke Perempatan Dongkelan, Tegaskan Wilayah Utara Bagian dari Kawasan Perkotaan

Santriwati Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak itu berharap, aspirasi perwakilan ponpes se-Kota Jogja bisa ditindaklanjuti dijembatani oleh legislatif. Sehingga ada efek jera bagi pihak yang sudah mencederai para santri.

Retno pun ingin, agar peristiwa yang saat ini terjadi bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Khususnya agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya tanpa riset maupun klarifikasi.

“Kami memang memaafkan, tetapi agar tidak terulang kembali saya harap ini ada efek jera dari kejadian hari ini,” tegasnya.

 Baca Juga: Tunggu Sampai Rekomtek Turun, Penambang Rakyat Sungai Progo Akan Bermalam di BBWSSO

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja Solihul Hadi menyatakan, aspirasi dari perwakilan ponpes tersebut akan disampaikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DIY.

Salah satu yang ditekankan, mendesak KPI untuk membentuk tim pencari fakta independen.

Solihul menilai, pembentukan tim tersebut penting agar proses hukum dapat berjalan. Sehingga kemudian dapat ditetapkan siapa tersangka atau dalang di balik pemberitaan tersebut. 

 Baca Juga: Apresiasi Dedikasi Guru, Astra Motor Yogyakarta Seleksi Guru Inspiratif Astra Honda 2025

Sebab ia menilai, insiden tersebut seperti upaya yang sudah terencana secara sistematis. Terkhusus untuk menjatuhkan pondok pesantren, kiai, maupun santri. 

“Karena jelas bahwa framing media yang dimainkan di salah satu acara tersebut sudah di luar batas ketentuan etik dari jurnalisme,” beber Solihul. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pondok pesantren #tv nasional #ponpes #trans7 #Framing Negatif