Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Hujan di Yogyakarta Datang Lebih Awal, BMKG: Waspada Cuaca Esktrem

Iwan Nurwanto • Senin, 13 Oktober 2025 | 01:35 WIB

KEMARAU BASAH: Pesepeda melintas saat hujan mengguyur kawasan Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja Selasa (16/9).
KEMARAU BASAH: Pesepeda melintas saat hujan mengguyur kawasan Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja Selasa (16/9).

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi musim hujan tahun ini akan datang lebih awal. Masyarakat pun diminta lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, pertengahan  Oktober ini sudah memasuki musim hujan.

Jauh lebih awal sepuluh hari dibandingkan normalnya. Sebab musim penghujan biasanya jatuh pada bulan November.

“Awal musim hujan tahun ini diprediksi maju satu dasarian (10 hari) dari rata-ratanya,” ujar Reni dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).

Baca Juga: Cabai hingga Ikan Kering Rawan Terpapar Residu, Pemkot Jogja Gencarkan Pengawasan Pangan Sasar 29 Titik 

Dia menyebut, peningkatan curah hujan didukung oleh beberapa faktor dinamika atmosfer.

Misalnya karena angin monsun Australia yang akan segera digantikan oleh monsun Asia pada bulan November.

Lalu kondisi Indeks Dipole Mode (DMI) berada pada fase IOD negatif hingga November 2025. Serta anomali suhu muka laut yang hangat di perairan selatan DIY dengan suhu 28 hingga 30 derajat celcius.

Baca Juga: Prediksi Rumania vs Austria Kualifikasi Piala Dunia Senin 13 Oktober Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain

Menurut Reni, pada beberapa bulan kedepan curah hujan di Yogyakarta juga akan mengalami peningkatan.

Misalnya di bulan Oktober dengan intensitas antara 151 mm hingga lebih dari 250 mm per bulan  atau kriteria menengah – tinggi.

Kemudian untuk bulan November curah hujan meningkat drastis. Sebab dapat berkisar antara 201 mm hingga lebih dari 500 mm per bulan  atau masuk kriteria menengah – sangat tinggi 

Baca Juga: Bermodal Pistol Mainan, Dua Pria Rampas Handphone Milik Karyawan Sebuah Konter di Wirobrajan Kota Jogja

“Sementara di bulan Desember curah hujan diprediksi kembali ke sifat normal berkisar antara 201 – 500 mm per bulan,” jelasnya.

Selama meningkatnya curah hujan, Reni meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah mulai waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Sebab ada kemungkinan hujan lebat disertai petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Baca Juga: Berawal Dari Timbulan Sampah Organik Disulap Menjadi Pundi-Pundi Keuntungan, Kisah Karang Taruna Kalurahan Kaliagung Olah Jadi Magot

Tindakan mitigasi pun perlu dilakukan, misalnya dengan memastikan kekuatan baliho dan bangunan.

Lalu memantau fungsi saluran air agar tidak terjadi banjir. Serta menyesuaikan pola tanam agar tidak terjadi gagal panen.

“Khusus wilayah rawan banjir dan tanah longsor diminta meningkatkan kewaspadaan saat puncak musim hujan,” imbuh Reni.

Baca Juga: Pemprov DIY Akan Menertibkan Becak Motor di Malioboro, Begini Tanggapan Paguyuban Tukang Becak

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat menyampaikan, hingga  November pihaknya akan siaga bencana hidrometeorologi. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi tingginya curah hujan.

Nur menyatakan, dari sisi kesiapan BPBD Kota Jogja telah memiliki 26 Early Warning System (EWS) banjir. Kehadiran alat tersebut akan memberi peringatan kepada masyarakat jika terjadi luapan sungai.

“Potensi banjir memang diwaspadai, khususnya di daerah aliran sungai,” beber Nur. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #musim hujan #Cuaca Ekstrem