Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inovasi Mas Jos Pemkot Jogja Jadi Percontohan Kotawaringin Timur, Ini Alasannya..

Iwan Nurwanto • Kamis, 9 Oktober 2025 | 04:30 WIB

 

STUDI BANDING: Jajaran Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur saat mengunjungi Kantor BPKAD Kota Jogja, Rabu (8/10/2025).
STUDI BANDING: Jajaran Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur saat mengunjungi Kantor BPKAD Kota Jogja, Rabu (8/10/2025).

JOGJA - Pemkot Jogja kembali menorehkan prestasi melalui inovasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).

Program tersebut bakal dijadikan percontohan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Mariani mengatakan, wilayahnya selama ini menerapkan pengelolaan sampah dengan kerja sama pihak ketiga.

Namun upaya tersebut belum terlalu signifikan untuk mengurangi timbulan sampah.

Dia menilai, Mas Jos menjadi salah satu inovasi yang cukup bagus dan dimungkinkan bisa diterapkan di Kotawaringin Timur.

Sebab mendorong keterlibatan seluruh instansi untuk bersama-sama mengatasi sampah.

“Agar sampah tidak menjadi bom waktu di Kotawaringin, kami belajar tentang Mas Jos,” ujar Mariani ditemui saat melakukan studi banding di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Rabu (8/10/2025).

 Baca Juga: UPT Pengelola Sebut Belum Berani Jadikan Rusunawa Cokrodirjan jadi Rusunami, Dibutuhkan Regulasi hingga Sebabkan Kurangi PAD  

Selain belajar soal pengelolaan sampah, anggota DPRD Kotawaringin Timur juga ingin melihat skema penggunaan anggaran di Pemkot Jogja.

Terkhusus yang berkaitan dengan pengelolaan di lembaga legislatif.

Menurutnya, skema pengelolaan anggaran di Kota Jogja sudah cukup bagus. Misalnya dengan memaksimalkan pendapatan daerah melalui produk air minum yang dibuat oleh PDAM.

 Baca Juga: DPP Gunungkidul Salurkan 166 Ton Benih Gratis untuk Petani, Diharapkan Bisa Perkuat Ketahanan Pangan 

“Inovasi-inovasi seperti itu penting untuk dipelajari, apalagi di tengah efisensi seperti sekarang,” bebernya.

 

Sementara itu, Kasubid Pengendalian Anggaran BKAD Kota Jogja Antonius Suhardi menyampaikan, selama ini PDAM Tirta Marta sudah memiliki produk air minum kemasan bernama Air Jogja.  Sehingga sumber pendapatannya tidak hanya dari penampungan pipa.

 

Dengan inovasi tersebut cukup menambah pendapatan asli daerah. Terlebih  dalam setiap kegiatan di Pemkot Jogja juga sudah diwajibkan menggunakan Air Jogja sebagai jamuan air minum.

“Sementara Mas Jos mengharuskan setiap instansi mendampingi hingga tingkat kelurahan dan RT, jadi yang bertanggung jawab sampah bukan DLH tapi semua ASN,” jelasnya. (inu/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#percontohan #Mas JOS #Pemkot Jogja #pengelolaan sampah