JOGJA – Pemkot Jogja memaksimalkan kuota pembuangan sampah yang diberikan Pemprov DIJ. Hanya dalam hitungan hari saja, ada 1.500 ton sampah yang diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Hal itu ditegaskan Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq yang menyebut lima depo sudah kosong dari timbunan sampah. Yaitu depo RRI Kotabaru, Pengok, Argolubang, dan Lapangan Karang. “Semua sudah kami angkut ke TPST Piyungan,” kata Rajwan saat ditemui di sela peresmian Tugu Segoro Amarto, Selasa (7/10).
Baca Juga: Usai Tenggak Miras COD, Enam Orang Warga Magelang Tewas
Mantan Camat Kotagede itu mengaku, seiring dengan pengosongan depo-depo pihaknya juga akan mulai mereduksi pembuangan sampah. Yakni melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Program Mas Jos dimungkinkan efektif untuk mencegah depo-depo kembali membludak. Sebab sampah bisa dikurangi dari hulu.
Misalnya untuk sampah organik basah seperti sisa makanan diolah sebagai pakan ternak dengan emberisasi. Kemudian sampah anorganik seperti plastik dan botol bekas dibawa ke bank sampah. Lalu sampah dedaunan diubah menjadi pupuk.
“Intinya pemilahan di masyarakat dijalankan untuk mereduksi sampah yang dibawa ke depo,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, Kota Jogja diberikan kuota 3.000 ton pembuangan sampah ke TPST Piyungan. Kuota tersebut dimaksimalkan untuk mengosongkan depo.
“Hanya yang sulit itu mencegah deponya agar tidak terisi, sehingga minggu ini kami gerilya di masyarakat supaya sampah tidak perlu dibawa ke depo,” tegas Hasto. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo