RADAR JOGJA - Pemerintah Kota Jogja resmi memperkenalkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 Kota Jogja tahun 2025.
Mengusung tema besar “Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat”, logo yang berbentuk gunungan ini menyimpan makna filosofis tentang kekuatan kebersamaan, spiritualitas, dan inovasi yang berkelanjutan.
Logo bertajuk “Fondasi dalam Pembangunan di Kota Jogja” ini dirancang dengan perpaduan unsur budaya dan simbol-simbol khas Yogyakarta yang sarat makna.
Berikut penjelasan elemen dan filosofi yang terkandung di dalamnya:
• Motif flora hijau melambangkan masyarakat atau rakyat, sebagai pondasi kehidupan dan kesejahteraan.
• Motif lengkung emas menggambarkan raja atau penguasa, simbol kepemimpinan yang arif dan bijaksana.
• Ornamen umplak joglo bermakna Muhammad/Spirit Rasulullah, mencerminkan nilai-nilai moral, norma, dan spiritualitas dalam kehidupan.
• Ulir pada tugu Jogja melambangkan Tuhan Yang Maha Esa sebagai pusat kehidupan dan sumber kekuatan.
• Ekor garuda menjadi simbol cita-cita tinggi serta semangat untuk terus terbang maju dan berkembang pesat.
Keseluruhan bentuk gunungan ini menjadi refleksi dari keseimbangan antara rakyat, pemimpin, dan spiritualitas tiga pilar utama yang menjadi dasar kemajuan Kota Yogyakarta.
Tema “Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat” diangkat sebagai semangat baru untuk memperkuat gotong royong, membangun kerekatan sosial, serta menumbuhkan iklim inovasi.
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Yogyakarta dapat berlangsung lebih efisien dan inklusif untuk mencapai kesejahteraan bersama.
“Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat berarti semangat untuk membangun kekuatan sosial yang solid dan inovatif, agar pembangunan di Kota Yogyakarta berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” tulis keterangan resmi Pemkot Yogyakarta.
Momentum perayaan HUT ke-269 ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga bahwa semangat “ngayomi” dan “ngayuh” (melindungi dan menggerakkan) tetap menjadi napas utama dalam setiap langkah pembangunan di Kota Budaya ini. (Chintya Maharani)
Editor : Meitika Candra Lantiva