JOGJA - Lomba mural turut memeriahkan rangkaian peringatan HUT Kota Jogja ke-269.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (4/10/2025) dan sukses menyedot antusias puluhan pelajar untuk menampilkan kreasinya.
Deretan dinding yang mengitari SMPN 5 Kota Jogja berubah menjadi kanvas penuh warna.
Sejumlah pelajar yang tergabung dalam beberapa kelompok lukis pun nampak fokus menggoreskan kuasnya pada dinding.
Gambar yang dibuat sangat beragam.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, lewat lomba mural tersebut pemerintah ingin membunuhkan rasa memiliki Kota Jogja di kalangan anak-anak muda.
Salah satunya dalam hal menjaga keindahan kota.
Hasto menyebut, melalui mural tersebut anak-anak diajak untuk semakin kreatif.
Sekaligus bentuk implementasi gotong royong dalam memeriahkan HUT Kota Jogja tanpa harus menggelar kegiatan yang bersifat euforia.
“Lewat kegiatan ini kami juga berharap agar tidak banyak lagi vandalisme yang menjadi sampah visual, lebih baik menciptakan keindahan yang penuh pesan moral,” ujar Hasto disela peninjauan lomba mural.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori menyatakan, total ada 61 tim yang ikut dalam perlombaan.
Untuk kategori SMP sederajat diikuti 55 tim dari 38 sekolah. Sementara kategori SMA sederajat diikuti 6 tim dari lima sekolah.
Budi menjelaskan, lomba mural tersebut mengusung tema Jogja Berbudaya dan Bersih. Lomba itu tidak hanya diselenggarakan di tembok SMPN 5 Kota Jogja.
Namun juga di tembok SMPN 9 Kota Jogja, SD Tukangan, SD Gedongtengen, SD Ngabean, SD Margoyasan, dan SMPN 8 Kota Jogja.
“Kegiatan ini merupakan yang pertama dan ternyata anak-anak ekspresinya membanggakan sekali, kemungkinan besok kami akan kembangkan lagi,” katanya.
Sementara itu, Salah satu peserta Aifarazka Arumi Hanika mengatakan, kelompoknya berasal dari SMPN 9 Kota Jogja dan membuat gambar punakawan.
Bukan tanpa alasan, pemilihan mural dengan konsep tersebut karena tokoh pewayangan kental dengan budaya Jogja.
Empat tokoh pewayangan yang terdiri dari Bagong, Semar, Gareng dan Petruk itu juga digambarkan kelompoknya tengah membersihkan Kota Jogja.
Lewat karya tersebut dirinya ingin memberikan pesan bahwa menjaga kebersihan merupakan budaya masyarakat.
“Punakawan kami pilih karena merupakan budaya Jogja dan banyak dikenal oleh masyarakat, kemudian sifatnya baik serta jenaka,” beber siswi kelas 7 tersebut. (inu)
Editor : Meitika Candra Lantiva