JOGJA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprediksi fenomena hujan es bisa terjadi di wilayah DIY. Menyusul adanya masa peralihan musim yang terjadi selama Oktober ini.
“Periode peralihan musim diwaspadai cuaca ekstrem seperti hujan lebat angin kencang, puting beliung dan hujan es,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (1/10/2025).
Selama masa peralihan ini pemerintah daerah dan masyarakat diminta untuk menyiapkan langkah mitigasi bencana.
Misalnya dengan membersihkan saluran air untuk mengantisipasi banjir. Lalu memangkas dahan pohon dan memastikan kekuatan baliho. Serta bagi petani juga mulai menyesuaikan pola tanam.
Reni membeberkan, berdasarkan hasil pengamatannya awal musim hujan diprediksi terjadi pada dasarian satu hingga tiga bulan Oktober.
Sifat hujan selama bulan itu dimungkinkan masuk kategori menengah hingga tinggi.
Kemudian untuk puncak musim hujan diprediksi terjadi selama Januari hingga Februari.
Sementara untuk durasi musim hujan bisa terjadi antara 16 hingga 18 dasarian pada empat zona di DIY.
“Curah hujan musim hujan tahun ini diprediksi berkisar antara 1001 hingga 3000 mm,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono menyampaikan, fenomena hujan es biasanya diawali dengan cuaca yang terasa gerah.
Kemudian muncul awan menjulang tinggi atau awan towering cumulus. Baru kemudian masuk tahap awan cumulonimbus yang bisa menyebabkan hujan dan petir.
Warjono mengungkap, potensi hujan es dan cuaca ekstrem lainnya juga didukung kemunculan bibit siklon tropis 93w di wilayah perairan Filipina sebelah utara Papua. Serta pola siklonik di sebelah barat pulau Sumatera.
“Hal ini memperkuat pola angin timuran di wilayah Jawa termasuk DIY,” bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita