Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Internastional Batik Biennale (JIBB) 2025 Kembali Digelar, Kembangkan IKM, Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi DIY

Agung Dwi Prakoso • Senin, 29 September 2025 | 14:00 WIB

 

Gelaran Jogja Internastional Batik Biennale (JIBB) 2025
Gelaran Jogja Internastional Batik Biennale (JIBB) 2025

JOGJA - Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2025 kembali digelar. Tahun ini acara berlangsung selama tiga minggu. Mulai 16 September hingga 5 Oktober mendatang. JIBB yang diinisiasi Pemda DIY itu diproyeksikan bisa membawa dampak positif bagi perekonomian DIY. “Khususnya para pelaku industri kecil menengah (IKM) batik,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati Minggu (28/9).

Tahun ini JIBB bertema “Batik In Motion: Bridging Tradition and Modernity”. Dengan tema itu diharapkan dapat menjembatani antara tradisi dan modernitas. Menghubungkan nilai-nilai tradisi batik dengan kebutuhan serta gaya hidup modern.

Batik tidak hanya menjadi simbol budaya masa lalu. Tapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang modern. "Kata in motion menunjukkan batik tidak statis. Namun dapat berkembang dan berinovasi sesuai dengan kebutuhan zaman," imbuh Yuna.

Warisan budaya dan inovasi, lanjutnya, harus seimbang dan beriringan dengan modernitas. Itu agar batik senantiasa relevan. Menarik masyarakat luas. Salah satu upayanya dengan mengadakan acara semacam JIBB. Bisa menggerakan IKM.

"Mengembangkan IKM dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi DIY," cerita birokrat yang tinggal di bilangan Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta ini.

Ada tiga program baru JIBB tahun ini. Dimulai dengan peluncuran Griya Batik sebagai tempat belajar dan pameran batik secara permanen. Kemudian  JIBB Goes To School dan Goes To Campus untuk mengenalkan batik ke anak muda dan dunia pendidikan. Ketiga, Sebatik. Bersepeda memakai batik. Ini memberikan pesan batik bisa digunakan di berbagai aktivitas, termasuk olahraga.

JIBB juga dimeriahkan dengan pameran atau gebyar batik  yang berlangsung selama acara. Harapannya kegiatan itu dapat meningkatkan pendapatan perajin batik dan IKM.

Secara teknis, JIBB mampu membantu perajin batik dan IKM DIY menjangkau pasar yang lebih luas. Baik domestik maupun internasional. Industri batik juga berpotensi menciptakan lapangan kerja ehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Ada buyer international yang kami ajak mengikuti rangkaian JIBB 2025, termasuk terlibat dalam seminar internasional meskipun secara daring," terang mantan kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY ini.

Setelah program JIBB Goes to School & Campus, dilanjutkan dengan seminar internasional batik sekaligus  grand launching Griya Batik. Acara ini dilaksanakan pada Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025. Lokasi acara dipusatkan di Royal Ambarukmo Yogyakarta. Kemudian Gebyar Expo JIBB selama tiga hari, 3-5 Oktober di Griya Batik. Menutup semua rangaiam acara dengan kegiatan Sebatik (sepeda dengan batik, Red) pada Sabtu 4 Oktober 2025.

"JIBB diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan kemitraan antara pelaku usaha batik, pemerintah, dan akademisi dalam mengembangkan sektor batik di DIY," tandas Yuna. (oso/kus)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#2025 #JIBB #Griya Batik #perajin batik #jogja international batik biennale #Batik #DIY #simbol budaya #tradisi #perekonomian #pemda diy #IKM