Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Kota Jogja Sebut Kanker Serviks Seperti Fenomena Gunung Es, Targetkan 2.000 Perempuan Jalani Deteksi Dini Tahun Ini

Iwan Nurwanto • Sabtu, 27 September 2025 | 02:23 WIB

TERBARU: Tim Inventor GeNose UGM Kuwat Triyana (kiri) dan Dian Kesumapramudya Nurputra menunjukkan GeNose yang sudah ter-upgrade utuk deteksi kanker serviks kemarin (22/8).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )
TERBARU: Tim Inventor GeNose UGM Kuwat Triyana (kiri) dan Dian Kesumapramudya Nurputra menunjukkan GeNose yang sudah ter-upgrade utuk deteksi kanker serviks kemarin (22/8).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja melakukan upaya deteksi dini kanker serviks dengan target 2.283 perempuan pada tahun ini. Pelaksanaannya akan dilakukan di 18 puskesmas di wilayahnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, 18 puskesmas ini memiliki layanan HPV DNA co testing IVA yang bisa di akses secara gratis setiap hari Rabu.

Bersamaan dengan itu juga dilakukan vaksinasi HPV dengan sasaran anak perempuan kelas 5 SD.

“Kanker serviks tidak nampak, namun tahu-tahu sudah stadium lanjut. Sehingga perlu dilakukan pencegahan,” katanya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Jumat (26/9/2025).

Iva menjelaskan penyakit tersebut dapat tiba-tiba masuk tingkat keparahan tinggi jika tidak dilakukan deteksi dini.

“Kanker serviks yang disebabkan virus HPV tidak langsung muncul infeksi seperti infeksi virus lainnya. Tapi butuh bertahun-tahun untuk berkembang menjadi kanker,” ujarnya.

Selama periode Januari hingga Agustus ada 89 kasus kanker serviks. Sementara sepanjang 2024 ada 91 kasus dan di 2023 tercatat 104 kasus.

Meskipun lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Iva mengingatkan bahwa kasus kanker serviks seperti fenomena gunung es.

Dalam arti, bisa saja jumlah kasus pada tahun ini lebih tinggi karena banyak yang belum terdeteksi.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat khususnya perempuan untuk melakukan deteksi dini.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kota Jogja Siti Hafsah menegaskan, kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini menjadi faktor penting mencegah kanker serviks.

Sehingga masyarakat diminta tidak perlu takut menjalani tes tersebut.

Pun dia juga meminta agar para kader PKK di kelurahan dapat menyebarkan informasi deteksi dini ini kepada masyarakat. Sehingga upaya pencegahannya bisa dilakukan secara optimal.

“Lewat skrining sejak dini bisa lebih cepat melakukan pencegahan,” tegas Siti. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#deteksi dini #Kanker Serviks #Dinkes Kota Jogja