JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja dipastikan menambah dua area traffic control system (ATCS) tahun ini.
Sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi itu ditempatkan pada dua jalur rumah sakit.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, penambahan ATCS dilakukan di di Simpang tiga RS Pratama yang mencakup Jalan Sisingamangaraja-Jalan Kolonel Sugiyono.
Baca Juga: DIY Kembali Raih Peringkat Pertama Indeks Demokrasi Indonesia, Skor Tertinggi Nasional
Serta Simpang Tiga Pasar Telo antara Jalan Sisingamangaraja-Jalan Menukan yang merupakan akses ke RS Jogja.
Arif menjelaskan, penambahan ATCS pada dua simpang tersebut harapannya dapat mempermudah pengendalian alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).
Sehingga kendaraan darurat seperti mobil ambulans lebih mudah melintas.
“Kami melengkapi jejaring ATCS di area selatan agar mendukung lalu lintas yang saat ini ada jaringan rumah sakit,” ujar Arif saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga: Ibu di Magelang Tega Habisi Bayinya gegara Malu Hamil dengan Suami Orang
Selain untuk mempermudah pengendalian jalur rumah sakit. Penambahan dua ATCS juga untuk menyambut potensi lonjakan lalu lintas di selatan Kota Jogja.
Sebab, kata Arif, sisi selatan kini sudah memiliki destinasi Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG).
Selain itu, Terminal Giwangan dalam waktu dekat juga akan difungsikan sebagai kawasan parkir bus-bus pariwisata.
Baca Juga: TPA Banyuroto Tak Lagi Jadi Lokasi Pembuangan Akhir, Segera Transformasi Jadi TPST
Berdasarkan pengalamannya, Simpang RS Pratama dan Simpang Pasar Telo selalu ramai jam sekolah dan kerja. Yakni pada pagi dan sore.
Kondisi itu tidak lepas dari titik kedua simpang tersebut yang berada di perbatasan kota.
“Karena banyak pekerja huniannya di luar kota di kabupaten sekitar, sehingga menimbulkan kepadatan di pintu keluar masuk kota,” beber Arif.
Adapun penambahan dua ATCS itu bersumber dari APBD 2025 Kota Jogja dengan pagu anggaran sekitar Rp 700 juta.
Targetnya pada bulan November mendatang sudah terpasang dan mulai dioperasikan.
Sebagai informasi, dari catatan Dishub Kota Jogja sampai saat ini sudah ada 31 dari 58 simpang yang menggunakan ATCS.
Pemkot Jogja menarget seluruh simpang di kawasan perkotaan bisa menggunakan sistem ATCS.
“Sebab sistem ini akan memudahkan deteksi gangguan misalnya lampu lalu lintas,” jelas Arif.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot memang tengah menyempurnakan Terminal Giwangan sebagai pusat parkir bus pariwisata. Fungsionalnya di target pada tahun depan.
Hasto menjelaskan, bentuk penyempurnaan terminal dengan luas 3.500 meter persegi itu berupa renovasi sebanyak 68 kios.
Kemudian juga perbaikan saluran drainase, perbaikan kios, dan perbaikan jalan atau paving.
Jika nantinya Terminal Giwangan difungsikan sebagai parkir bus besar. Maka wisatawan disediakan bus shuttle.
Baca Juga: Pemkab Bantul Serahkan SK 111 PPPK: Ini Cerita Poniaty, Guru yang Telah Mengajar 30 Tahun
Sehingga tetap bisa menuju kawasan pusat kota kawasan Malioboro dan Titik Nol.
“Harapannya bus-bus besar tidak lagi terpusat di kawasan padat kendaraan seperti tengah kota,” jelas Hasto. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita