Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Job Fair Akbar 2025 Libatkan 51 Perusahaan, Fasilitasi Calon Pekerja Disabilitas. Sediakan Informasi Kebutuhan bagi 3278 Tenaga Kerja

Delima Purnamasari • Kamis, 18 September 2025 | 14:40 WIB

PELUANG KERJA: Ketua Komisi D DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro (batik lengan panjang) didampingi Kepala Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo (kaos hitam) meninjau stan Job Fair Akbar 2025.
PELUANG KERJA: Ketua Komisi D DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro (batik lengan panjang) didampingi Kepala Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo (kaos hitam) meninjau stan Job Fair Akbar 2025.


JOGJA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY mengadakan bursa kerja. Kegiatan tersebut bertajuk “Job Fair Akbar 2025”. Acaranya berlangsung selama dua hari 17-18 September di Auditorium W.R. Supratman UPN "Veteran" Yogyakarta.


Kegiatan diadakan secara gratis. Alias tidak dipungut biaya. Melibatkan lebih dari 51 perusahaan. Bakal menyerap kebutuhan sebanyak 3.278 tenaga kerja. Perusahaan yang mengikuti dari berbagai sektor. Ada perusahaan tekstil, produksi bahan kimia, hingga badan usaha milik negara (BUMN). Lowongan yang tersedia beraneka macam. Mulai operator, kru produksi, hingga perawat.


Tidak sekadar pameran lowongan kerja. Selama dua hari di lokasi juga ada acara talkshow menghadirkan sejumlah narasumber. Beberapa perusahaan ikut memberikan fasilitas wawancara kepada pencari kerja.


“Ini dibuat sebagai solusi bagi para pencari kerja, termasuk perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Mereka bisa berkomunikasi secara langsung. Kegiatan ini bisa menjadi wadah pemahaman bagi keduanya,” ucap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Ariyanto Wibowo di sela pembukaan Job Fair Akbar 2025 Rabu (17/9).


Dikatakan, selama ini banyak melalui metode digital, tapi kerap tidak match. Khususnya menyangkut kebutuhan tenaga kerja yang dikehendaki perusahaan. Sebaliknya, pencari kerja juga tak paham dengan tawaran yang disampaikan.


Dengan job fair ini lanjut Bowo, sapaan akrabnya, juga memberikan peluang bagi calon pekerja penyandang disabilitas. Kebutuhannya mencapai 393 orang. Fasilitas ini dapat dilihat melalui denah dengan gambar bintang di atas lokasi stan perusahaan. Gambar khusus tersebut memudahkan disabilitas langsung mengetahui perusahaan yang menyediakan lowongan.


Fasilitas itu dinilai penting lantaran banyak disabilitas yang belum terserap ke perusahaan. Mereka kerapkali merasa kesulitan mencari perusahaan yang memerlukan tenaga kerja mereka.


"Selama ini mereka mencari peluang itu acak, tapi ternyata perusahaan tidak membutuhkan. Dengan job fair ini bisa langsung mengetahui," kata mantan kepala Balai Latihan Kerja dan Peningkatan Produktivitas (LKPP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY ini.


Bowo berharap lewat kegiatan tersebut bisa menyerap tenaga kerja secara optimal, termasuk para sarjana yang baru lulus. Dengan demikian, angka pengangguran bisa ditekan.


Soal pengangguran di DIY, utamanya terkait dengan kebutuhan tenaga kerja tidak selaras ketersediaan lapangan pekerjaan. Karakter tenaga kerja juga cenderung selektif dalam mencari peluang kerja. "Kami sentralkan di sini agar bisa saling ketemu. Ke depan, kegiatan ini akan terus dilakukan," tambahnya.


Selama acara juga disampaikan fasilitasi penggunaan artificial intelligence (AI) untuk membantu mencari informasi lowongan pekerjaan. Fasilitas ini akan memudahkan para pencari kerja mendapatkan informasi dan perusahaan yang valid. Lowongan yang ada tidak asal disampaikan.


Pembukaan Job Fair Akbar 2025 juga dihadiri Ketua Komisi D DPRD DIJ Rb. Dwi Wahyu Budiantoro. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan, kendala utama penyerapan tenaga kerja adalah kelembagaan pendidikan. Dia menyebut harus ada evaluasi untuk menyiapkan model pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan tenaga kerja.


Kondisi itu tercermin dari para lulusan SMK. Mereka sebenarnya memiliki peluang yang besar. Tapi justru ikut menyumbangkan banyak pengangguran. "Ini PR bersama. Sumber daya manusia dan model kurikulum harus disiapkan. Ada link and match," pintanya. (del/kus)

Editor : Herpri Kartun
#dinas tenaga kerja dan Transmigrasi DIY #SMK #pengangguran #UPN Jogjakarta #BUMN #job fair #dprd diy #lkpp