Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minta Sosialisasi Emberisasi, Penggerobak Khawatir Depo Bau, Penuh Belatung dan Lalat

Iwan Nurwanto • Kamis, 18 September 2025 | 04:25 WIB
ATASI MASALAH: Transporter atau penggerobak saat mengambil sampah di kawasan Ngasem, Kota Jogja Senin (23/6).
ATASI MASALAH: Transporter atau penggerobak saat mengambil sampah di kawasan Ngasem, Kota Jogja Senin (23/6).

 

JOGJA - Program emberisasi untuk memilah sampah organik basah mendapat sorotan dari penggrobak. Ketua Paguyuban Penggrobak Depo Utoroloyo Tompeyan, Tegalrejo, Tupardi mengaku, belum mendapat sosialisasi terkait program ember sampah organik.

 

Namun jika program tersebut berjalan, menurutnya pengangkutan sampah oleh pemkot harus dilakukan rutin.

 Sebab jika dibiarkan terlalu lama di depo justru akan menambah beban bagi penggrobak. Lantaran sampah organik cenderung mudah busuk dan tidak bisa diolah.

“Khawatirnya depo penuh belatung dan lalat sekaligus berbau tidak sedap,” ujar Tupardi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Rabu (17/9).


Selain soal skema pengangkutan ember sampah organik, Tupardi juga meminta pemkot mensosialisasikan program pemilahan sampah hingga ke hulu. Sebab selama ini penggrobak di Depo Utoroloyo masih banyak menerima sampah yang belum terpilah.

Misalnya sampah organik maupun anorganik dari pelanggan masih dijadikan dalam satu kantong plastik.


Tupardi mengaku, penggrobak juga tidak mungkin untuk memilah sampah. Sebab tugas penggrobak hanya mengambil sampah dari pelanggan lalu membawanya ke depo. “Sehingga harus ada upaya dari pemerintah untuk menyadarkan masyarakat supaya memilah,” katanya.


Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, program ember akan menyasar masyarakat di seluruh kelurahan. Program tersebut bertujuan untuk memilah sampah organik basah yang agar tidak masuk ke depo.


Adapun sampah organik basah merupakan sisa makanan. Misalnya seperti limbah dapur rumah tangga, restoran, hingga angkringan. Sampah jenis itu rencananya akan dikerjasamakan dengan peternak sebagai pakan. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Emberisasi #Ember Tumpuk #belatung #Tegalrejo #penggerobak #DEPO #lalat