JOGJA - Musim penghujan di Yogyakarta diprediksi terjadi pada bulan Oktober mendatang. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja pun mulai bersiap menghadapi potensi bencana banjir atau genangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, pihaknya sudah membuat sumur resapan. Yakni di Jalan Kusumanegara, Jalan AM Sangaji, dan Jalan Parangtritis.
Umi menjelaskan, sumur resapan ditempatkan pada drainase di tiga ruas jalan tersebut. Fungsinya sebagai tampungan air hujan agar tidak langsung menuju sungai dan menambah debit aliran air.
“Karena airnya sebelum masuk ke sungai akan masuk ke sumur dulu,” ujar Umi saat dihubungi lewat sambungan telepon Senin (15/9).
Umi memastikan, pengerjaan sumur resapan di tiga ruas jalan tersebut sudah masuk tahap final. Bahkan diklaim bisa difungsikan pada bulan Oktober nanti atau bertepatan dengan masuknya musim penghujan.
Selain lewat upaya tersebut, Pemkot Jogja juga sudah bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk normalisasi sungai. Lewat upaya tersebut tampungan sungai dimungkinkan semakin besar.
“Harapanya dengan normalisasi bisa menambah kapasitas sungai,” jelas Umi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat menyatakan, pihaknya mengeluarkan surat edaran kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kebijakan tersebut berlaku dari bulan September hingga November.
Nur menyatakan, potensi bencana di Kota Jogja berupa hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi itu dapat mengakibatkan banjir, luapan sungai, pohon tumbang, hingga atap roboh.
Sehingga upaya mitigasi wajib dilakukan. Yakni dengan mulai mengelola sampah dengan bijak, membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon rawan tumbang, memperkuat struktur bangunan, hingga menyimpan barang berharga di tempat aman.
“Peran serta masyarakat dalam mitigasi sangat penting, agar mengurangi risiko kerugian,” tegas Nur. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita