Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkat Konsumsi Ikan di Kota Jogja Naik hingga 38 Persen, Namun Produksinya Hanya Lima Ton per Tahun, Masih Andalkan Luar Wilayah

Iwan Nurwanto • Senin, 15 September 2025 | 03:00 WIB

 

Berbagai varian ikan asin.
Berbagai varian ikan asin.
 

JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mengklaim konsumsi ikan masyarakat cukup tinggi. Namun, produksi ikan cenderung rendah. Hanya lima ton per tahun.

Kepala DPP Kota Jogja Sukidi mengatakan, pada 2025 tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Jogja sudah menyentuh 38 persen dari rerata nasional. Angkanya berkisar 22 kilogram per kapita/tahun. Sementara rata-rata nasional mencapai 60 kilogram per kapita/tahun.

Sukidi menyebut, tingkat konsumsi ikan di wilayahnya naik signifikan. Lantaran pada lima tahun lalu hanya 25 persen. Bahkan untuk tahun ini juga diklaim lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di DIY. 

“Lebih tinggi dibandingkan Bantul dan Sleman sebagai daerah produksi ikan,” ujar Sukidi saat ditemui di Balai Kota Jogja Jumat (12/9) lalu.

 Baca Juga: Susunan Pemain Resmi PSIM Jogja vs Borneo FC, Jean-Paul Van Gastel Kembali Gunakan Starter Andalan

Menurutnya, besarnya tingkat konsumsi ikan di Kota Jogja tentu tidak lepas dari tingginya minat masyarakat mengonsumsi ikan. Baik itu ikan segar laut dan tawar maupun berbagai produk olahannya.

Kendati jadi daerah dengan tingkat konsumsi ikan tinggi. Sukidi mengakui, produksi ikan di Kota Jogja masih sangat rendah. Lantaran hanya mampu menghasilkan 5 ton per tahun.


Rendahnya produksi ikan di Kota Jogja karena keterbatasan lahan. Petani ikan perkotaan banyak menggunakan metode kolam lahan sempit. Seperti menggunakan kolam terpal atau ember.

“Sehingga kami masih mengandalkan pasokan ikan dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Semarang,” bebernya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY R Hery Sulistio Hermawan menilai, program makan bergizi gratis bisa menjadi momentum meningkatkan konsumsi ikan. Sebab menunya bisa dikombinasikan dengan produk ikan dan olahannya.

Hery menilai, makanan berbahan dasar ikan memiliki dampak baik terhadap tumbuh kembang anak. Sebab ikan memiliki kandungan gizi tinggi. Sehingga tepat untuk menu MBG.


“Kami terus mendorong agar konsumsi ikan terus meningkat,” tegas Hery belum lama ini. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#dinas kelautan dan perikanan #DKP #Kota Jogja #produksi ikan #Mbg #DPP Kota Jogja #ikan #Makan Bergizi Gratis #dpp #konsumsi ikan #DIY #Dinas Pertanian dan Pangan