Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuk Musim Penghujan, Damkarmat Kota Jogja Minta Waspada Ancaman Tawon Vespa dan Reptil di Permukiman

Zakki Mubarok • Selasa, 9 September 2025 | 03:47 WIB
Ular sanca sepanjang 2,5 meter berhasil dievakuasi oleh UPT Damkar Gunungkidul.
Ular sanca sepanjang 2,5 meter berhasil dievakuasi oleh UPT Damkar Gunungkidul.

JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja meminta masyarakat waspada terhadap peristiwa masuknya hewan liar ke permukiman. Sebab, setiap masa pancaroba hingga musim penghujan fenomena tersebut cenderung meningkat.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, ada beberapa jenis hewan yang kerap masuk ke permukiman saat musim pancaroba. Yakni, ular, biawak, dan tawon vespa. Mereka keluar ke permukiman lantaran sarangnya tergenang atau terkena air.

”Secara insting mereka akan mencari tempat aman,” jelas Taokhid melalui sambungan telepon, kemarin (8/9).

Untuk mengantisipasi hal itu, Taokhid mengungkapkan, dinas damkarat menyiagakan enam personil. Jumlah tersebut dibagi dalam tiga peleton. Dengan jumlah dua petugas per regu. Mereka bertugas untuk melakukan evakuasi. Baik ular, biawak, maupun tawon vespa.

”Kami juga lakukan persiapan ringan seperti cek peralatan dan sarana prasarana pendukung,” katanya.

Berdasar data, dinas damkarat pada 2024 mengevakuasi ular sebanyak 110 kali. Kemudian sarang tawon vespa sebanyak 298 kali.

”Sementara untuk tahun ini hingga bulan Juli sudah ada 86 kali evakuasi ular,” sebutnya.

Meski dinas damkarat telah bersiaga, Taokhid mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tempat tinggalnya. Misalnya dengan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang reptil. Serta memantau jika ada kemunculan sarang tawon vespa. Sebab, jika sarang masih berukuran kecil kan lebih mudah dievakuasi.

Taokhid juga meminta agar masyarakat segera melapor jika mendapati satwa liar di lingkungan pemukiman. Sebab, proses penanganan hewan liar perlu keahlian khusus agar tidak membahayakan orang lain.

“Untuk meminimalisasi potensi yang membahayakan warga, lebih baik melapor karena kami selalu siap melayani,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Exalos Janu Wahyu Widodo menyampaikan, komunitasnya sudah bekerja sama dengan Dinas Damkarmat Kota Jogja. Terkhusus dalam memberi pelatihan penanganan reptil berbahaya.

Menurutnya, petugas pemadam kebakaran harus hafal tentang spesies ular berbahaya. Apalagi, wilayah Kota Jogja biasanya didominasi oleh jenis ular kobra, ular hijau ekor merah, ular welang dan ular weling.

“Petugas harus tahu cara penanganan korban gigitan ular berbisa agar tidak menyebar dan cara evakuasi menggunakan alat seperti grab stick, toples dan karung,” katanya. (inu/zam)

Editor : Herpri Kartun
#reptil #pancaroba #spesies #tawon vespa #Damkarmat #Jogja