JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meminta masyarakat waspada terhadap peristiwa masuknya hewan liar ke permukiman. Pasalnya, setiap masa pancaroba hingga musim penghujan fenomena tersebut cenderung meningkat.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, pihaknya sudah menyiagakan enam personil. Jumlah tersebut dibagi dalam tiga peleton dengan jumlah dua petugas per regu. Mereka bertugas untuk melakukan evakuasi baik itu ular dan biawak maupun tawon vespa.
“Kami juga lakukan persiapan ringan seperti cek peralatan dan sarana prasarana pendukung,” ujar Taokhid saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (8/9/2025).
Diketahui, memasuki musim penghujan aktivitas hewan seperti reptil dan tawon vespa cenderung meningkat. Sebab ketika sarang dua jenis hewan itu tergenang atau terkena air hujan maka secara insting akan mencari tempat aman. Salah satunya di pemukiman warga.
Adapun di tahun 2024 Dinas Damkarmat Kota Jogja telah melakukan evakuasi ular sebanyak 110 kali. Kemudian untuk evakuasi sarang tawon vespa sebanyak 298 kali. Sementara untuk tahun ini hingga bulan Juli sudah ada 86 kali evakuasi ular.
Guna mengantisipasi kemunculan tawon vespa maupun reptil di wilayah pemukiman. Taokhid menghimbau agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tempat tinggalnya.
Misalnya dengan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang reptil. Serta memantau jika ada kemunculan sarang tawon vespa. Sebab jika sarang masih berukuran kecil maka akan lebih mudah dievakuasi.
Taokhid pun meminta agar masyarakat segera melapor jika mendapati satwa liar di lingkungan pemukiman. Sebab proses penanganan hewan liar perlu keahlian khusus agar tidak membahayakan orang lain.
“Untuk meminimalisir potensi yang membahayakan warga, lebih baik melapor karena kami selalu siap melayani,” tandas Taokhid.
Sementara itu, Ketua Exalos Janu Wahyu Widodo menyampaikan, komunitasnya sudah bekerjasama dengan Dinas Damkarmat Kota Jogja. Terkhusus dalam memberi pelatihan penanganan reptil berbahaya.
Menurutnya, petugas pemadam kebakaran harus hafal tentang spesies ular berbahaya. Adapun untuk Kota Jogja biasanya didominasi oleh jenis ular kobra, ular hijau ekor merah, ular welang dan ular weling.
“Petugas harus tahu cara penanganan korban gigitan ular berbisa agar tidak menyebar dan cara evakuasi menggunakan alat seperti grab stick, toples dan karung,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin