Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penumpang Kereta Api Melonjak 58 Persen di Momen Libur Panjang Maulid Nabi, Okupansi Hotel di Jogja Juga Meningkat

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 6 September 2025 | 01:20 WIB
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih.

JOGJA - KAI Daop 6 Jogjakarta mencatat peningkatan jumlah penumpang kereta api secara signifikan pada momen libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Kondisi itu diprediksi akan terus terjadi hari Minggu (7/9) besok.


Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih mengatakan, berdasarkan pantauan pada Kamis (4/9) jumlah penumpang yang datang ke Jogjakarta sebanyak 28.793 orang. Jumlah itu melonjak 58 persen dibanding pekan sebelumnya yang hanya sekitar 18.181 orang.


Feni menyebut, melonjaknya jumlah penumpang ke Jogjakarta tentu dipengaruhi momen libur panjang dan banyaknya agenda wisata yang digelar. Sehingga penumpang dari luar daerah pun berbondong-bondong menuju kota gudeg.


Sementara untuk keberangkatan kereta dari Jogjakarta, PT. KAI Daop 6 mencatat peningkatan sebesar 24 persen. Yakni sebanyak 20.230 orang atau naik 3.975 orang dari pekan sebelumnya yang tercatat 16.255 penumpang.


“Peningkatan volume penumpang dipengaruhi oleh faktor momen libur panjang dan event di Jogjakarta,” ujar Feni saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, kemarin (5/9).


Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, PT. KAI Daop 6 Jogjakarta juga telah menambah perjalanan kereta api. Yakni dari 29 perjalanan kereta api di hari biasa menjadi 33 perjalanan.


Selama masa libur panjang ini, Feni meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan jika beraktivitas di sekitar rel kereta api. Sebab dengan meningkatnya perjalanan kereta tentu akan berpengaruh terhadap intensitas aktivitas kereta di perlintasan.


Oleh karena itu, dia menghimbau agar masyarakat berhati-hati ketika melewati rel kereta api sebidang atau yang tidak memiliki palang. Yakni dengan menengok kanan dan kiri sebelum melewati rel kereta api. Kemudian juga mematuhi rambu-rambu lalu lintas.


Dia pun mengingatkan, larangan untuk melakukan aktivitas berisiko di rel kereta api juga sudah diatur dalam UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Sehingga dia berharap tidak ada lagi masyarakat yang bermain, berjualan, maupun berfoto di rel. “Selalu utamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” pesan Feni.


Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Dedy Pranowo Eryono menyampaikan, momen libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW cukup meningkatkan okupansi hotel. Misalnya untuk tanggal 3-6 September 2025 tingkat keterisian hotel mencapai 45 persen.


Dedy mengungkap, okupansi yang tinggi itu disebabkan karena Jogjakarta dinilai sebagai wilayah aman dan tempat berlindung. Di tengah banyak daerah menghadapi masa-masa kerusuhan akibat demonstrasi.


Dia menilai, kondisi itu tidak lepas dari terlaksananya demonstrasi damai di Kantor DPRD DIY pada Senin (1/9) lalu. Aksi unjuk rasa yang dikemas dengan budaya lalu tersebar luas lewat media sosial itu, menurutnya, menjadi daya tarik bagi wisatawan.


“Tidak sedikit wisatawan dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur yang memilih menginap di Jogjakarta mendapat rasa aman,” beber Dedy. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Agenda Wisata #KAI Daop 6 Jogjakarta #dprd diy #ibur panjang #kota gudeg #okupansi hotel #PHRI DIJ #Demonstrasi Damai #Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia