JOGJA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui UPTD Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar event fotografi tahunan yaitu Rana Budaya. Memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan event ini, Rana Budaya mengusung tema "Still Culture” dengan fokus alam benda sebagai bagian dari budaya yang merekam jejak dan merawat ingatan.
Rana Budaya #3 menggelar dua rangkaian agenda utama, lomba dan pameran fotografi. Lomba diikuti 652 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Lomba ini diselenggarakan melalui submisi daring dari 19 Juli-7 Agustus 2025. Pada lomba ini menghasilkan 1.508 karya foto.
Kepala TBY Purwiati mengatakan, Rana Budaya #3 mengusung konsep pengarsipan kekayaan budaya Nusantara melalui lensa foto. "Peserta kami ajak mendokumentasikan benda-benda dari masa lalu hingga masa kini," tuturnya dalam konferensi pers di TBY, Kamis (4/9).
Melalui proses seleksi dan kurasi yang dilakukan tim juri dan kurator, terpilih lima karya foto juara dan 145 foto lainnya untuk dipamerkan. Pameran Rana Budaya akan berlangsung 10 hari dan dapat dikunjungi masyarakat umum, mulai 5-13 September 2025 di Gedung Militaire Societeit, TBY. Event ini gratis dan untuk umum, jam operasional pukul 11.00-18.00.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakhsmi Pratiwi mengatakan, dengan diadakan acara tahunan Rana Budaya #3 mengusung tema Still Culture yaitu upaya merekam jejak serta merawat ingatan melalui media lensa, ia berharap acara ini dapat berjalan lancar dan sukses.
"Semoga pada tahun-tahun mendatang, acara ini dapat diselenggarakan dengan lebih meriah dan menarik. Sehingga memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan budaya Yogyakarta," ujarnya.
Pada tahun ini, Rana Budaya#3 bekerja bersama juri dan kurator profesional yang aktif berkarya dan berkiprah dalam dunia fotografi. Dewan juri Rana Budaya #3 terdiri atas Aji Susanto Anom, Beawiharta, dan Shofia Utami.
Sementara kurator yang melakukan kurasi karya dan merancang pameran adalah Arsita Pinandita, Budi Yuwono, dan Rangga Purbaya. Juri Rana Budaya #3 Shofia Utami mengatakan, para pemenang seleksi lomba dan karya foto yang terpilih untuk dipamerkan telah melalui proses kurasi yang ketat.
Selain itu juga telah dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan dewan juri. Penilaian dilakukan secara objektif dan mengacu pada kesesuaian karya dengan tema yang diusung dalam kegiatan Rana Budaya tahun ini.
Sebagai bentuk edukasi dan membangun minat masyarakat terhadap seni fotografi dan turunannya, Rana Budaya #3 juga menghadirkan berbagai program harian. Ini bisa diikuti para pegiat fotografi maupun masyarakat umum yang ingin berpartisipasi secara gratis dengan registrasi.
Program ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkaya perspektif visual publik dan masyarakat umum. (Aditya Putra)