JOGJA - Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW bakal berlangsung dari tanggal 5-7 September 2025. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menilai periode tersebut bisa menjadi peluang peningkatan wisatawan.
Ketua PHRI DIY Dedy Pranowo Eryono mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan sudah tampak dari okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel. Misalnya dari 3 hingga 6 September 2025, okupansi sudah menyentuh angka 45 persen.
Dedy mengaku, sebelumnya PHRI DIY memang cukup pesimis dengan potensi peningkatan wisatawan. Khususnya selama momen libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebab situasi politik dan keamanan nasional yang tengah kurang baik
Namun jika melihat demonstrasi di Yogyakarta yang berlangsung kondusif kemarin. Dedy optimistis kunjungan wisatawan tetap tinggi. Apalagi demonstrasi yang dilaksanakan juga dikemas dengan kegiatan budaya.
Baca Juga: JNE Rayakan Hari Pelanggan Dengan Program JLC Race 2025 Berhadiah Mobil Listrik
“Kemarin wisman dan wisnus juga ikut melihat dan banyak netizen di medsos memuji hal itu, bisa jadi daya tarik wisata,” ujar Dedy saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Selasa (2/9).
Secara terpisah, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengaku, telah menambah dua perjalanan kereta menyambut libur panjang Maulid Nabi Muhammad. Yakni kereta tujuan Yogyakarta-Gambir (PP) dan Solo Balapan-Pasar Senen (PP).
Baca Juga: Siapkan SDM Unggul, Polbangtan Kementan Latih Animal Welfare Officer
Feni menjelaskan, penambahan dua perjalanan kereta api itu tidak lain untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Terkhusus selama periode long weekend dari tanggal 4-7 September 2025.
“Kehadiran kereta tambahan ini diharapkan dapat memudahkan para calon penumpang,” tuturnya. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita