JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja meminta masyarakat untuk waspada terhadap meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas.
Khususnya selama meningkatnya intensitas hujan.
Kepala Bidang Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Harry Purwanto mengatakan, salah satu yang perlu diwaspadai adalah aquaplaning.
Yakni kondisi ketika kendaraan hilang kendali akibat melaju di atas genangan air.
Upaya mencegah kecelakaan akibat aquaplaning bisa dilakukan dengan menghindari genangan air. Serta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi ketika hujan lebat.
Harry menambahkan, memastikan alur ban kendaraan dalam kondisi baik selama musim hujan juga penting. Sebab aquaplaning biasanya disebabkan karena daya cengkram ban yang mulai berkurang.
“Jika sudah aus sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan ban selip saat melintasi genangan air,” ujar Harry saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (31/8/2025).
Selain aquaplaning, kata Harry, potensi jalanan licin dan jarak pandang berkurang kemungkinan terjadi ketika intensitas hujan lebat.
Sehingga masyarakat perlu memastikan kondisi pencahayaan dan pengereman kendaraan.
Kemudian, beberapa ruas jalan di Kota Jogja juga memiliki potensi pohon tumbang. Sampai saat ini ada lima titik rawan bencana tersebut.
Meliputi Jalan Veteran, Jalan Batikan, Jalan Sukonandi, Jalan Kusumanegara, dan Kawasan Kotabaru karena ditumbuhi pohon besar.
“Kami himbau masyarakat yang sering melewati jalur-jalur tersebut meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat hujan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, intensitas hujan meningkat di bulan September dan Oktober. Periode itu merupakan masa peralihan musim atau pancaroba.
Reni menyebut, selama pancaroba potensi cuaca ekstrem akan semakin meningkat. Sehingga masyarakat pun diimbau waspada terhadap seringnya kondisi cuaca berupa hujan lebat disertai angin kencang.
“Kami menghimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif,” katanya. (inu)
Editor : Bahana.