Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat dengan Komunitas Membaca Buku Happy Reading Book Club, Ciptakan Ruang Membaca Bersama, Tepis Stereotip Soliter Aktivitas Baca Buku

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:30 WIB
MENYENANGKAN: Berbagai kegiatan bersama yang dilakukan Happy Reading Book Club.
MENYENANGKAN: Berbagai kegiatan bersama yang dilakukan Happy Reading Book Club.

MEMBACA buku menjadi hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Namun, hobi itu sering dipandang sebagai kegiatan soliter. Hamima Nur Hanifah pun menggagas Happy Reading Book Club untuk menepis pandangan itu.

Merupakan sebuah komunitas membaca buku yang didirikan pada Mei 2025 lalu. Komunitas ini merupakan wadah bagi para pecinta kegiatan membaca, khususnya di Jogjakarta.

Mima, sapaan akrab Hamima, mengatakan, Happy Reading Book Club lahir dari keresahan terhadap aktivitas membaca buku yang sering dipandang sebagai kegiatan soliter. Dalam arti, baca buku dinilai kegiatan bagi seseorang yang jarang bersosialisasi atau lebih sering berlama-lama diam di rumah.

Guna memberikan wadah yang menyenangkan bagi pembaca buku, ia pun memulai kegiatan Happy Reading Book Club sejak memutuskan resign dari pekerjaannya di pertengahan tahun ini. Tidak disangka animonya cukup besar setelah komunitas tersebut aktif lewat sosial media.

"Kenapa bikin book club? Simpelnya karena aku suka baca dan pengen punya circle pertemanan yang sehat di antara sesama pembaca," ujar Mima kepada Radar Jogja, Selasa (19/8).

Menurutnya, banyak dari pencinta kegiatan membaca buku membutuhkan wadah untuk saling bersosialisasi dan saling berbagi. Terlebih di tengah kehidupan yang serba cepat dan masifnya perkembangan teknologi.

Sebab, menurut Mima, meski membaca buku merupakan kegiatan personal, nyatanya tetap membutuhkan aktivitas layaknya makhluk sosial seperti mengobrol. Sehingga, Happy Reading Book Club hadir untuk mewadahi hal itu. Ini agar pencinta buku bisa memiliki jaringan teman yang sehobi.

Mima menyatakan, ada beberapa kegiatan inti di Happy Reading Book Club. Misalnya membaca bareng dengan waktu 30 menit sampai satu jam. Juga berdiskusi tentang buku yang sedang dibaca, sehingga ada waktu khusus untuk membaca dan saling berdiskusi.

Selain itu juga ada kegiatan bookish talk yang merupakan sesi obrolan santai dengan memilih judul buku tertentu dengan tema bebas. Hanya saja untuk kegiatan itu, untuk saat ini masih dilakukan online.

Yang tidak kalah menyenangkan ada bookshop tour. Yakni sebuah kegiatan yang mengajak anggota komunitas untuk jalan-jalan sekaligus mengunjungi toko buku independen atau ruang baca alternatif di seluruh sisi Jogjakarta.

"Di Jogja ekosistem literasinya hidup banget. Happy Reading Book Club muncul di tengah kultur itu dan bisa jadi cara buat eksplor tempat baru sekaligus networking juga," katanya.

Baca Juga: Book Club Efekif untuk Kampanyekan Pentingnya Membaca

Mima menegaskan, tidak ada syarat khusus maupun biaya untuk bergabung dengan Happy Reading Book Club. Komunitas yang digagasnya bebas bagi semua orang dari berbagai latar belakang. Bahkan juga terbuka bagi orang yang baru memulai kegiatan membaca.


Kendati demikian, dia menggaris bawahi bahwa Happy Reading Book Club merupakan ruang yang aman dan nyaman. Dalam arti tidak mentoleransi tindakan bagi orang-orang yang seksis, rasis, atau membawa pengaruh buruk lainnya.


"Intinya kami ingin membuat lingkaran yang sehat, supportive, inklusif, dan menyenangkan buat semua orang,” tegas Mima. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#membaca #inklusif #teknologi #komunitas #buku #reading #Book Club