Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG: Muncul Bibit Siklon 90W, Hujan dan Gelombang Tinggi Mengancam Sepanjang Akhir Pekan di Yogyakarta

Iwan Nurwanto • Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:40 WIB
citra satelit siklon tropis anggrek
citra satelit siklon tropis anggrek

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut aktivitas siklon tropis kembali muncul di tengah musim kemarau seperti sekarang. Kondisi tersebut diprediksi mempengaruhi kondisi cuaca dan gelombang laut di perairan selatan Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya memantau adanya bibit siklon 90W. Fenomena itu terjadi di perairan Filipina. Namun menimbulkan pola belokan angin di wilayah Sumatera bagian selatan hingga Kalimantan.

Dia menjelaskan, fenomena tersebut juga berpengaruh terhadap angin timuran yang mendominasi Wilayah Jawa. Sehingga membuat profil kelembaban udara berada pada ketinggian 1,5 hingga 3 Kilometer atau masuk kategori basah dengan persentase 70-90 persen.

“Kondisi ini menunjukkan adanya potensi uap air dalam pembentukan awan hujan bersifat lokal serta tidak merata, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar Warjono dalam pesan singkatnya, Jumat (22/8/2025).

Melihat kondisi tersebut, dia meminta agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan yang berpotensi disertai angin kencang. Sebab di akhir pekan ada potensi hujan di Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara

Disamping itu, Warjono juga mengimbau agar masyarakat dan wisatawan yang berada di wilayah pesisir selatan untuk berhati-hati. Pasalnya, BMKG Yogyakarta memprediksi ada potensi gelombang tinggi sepanjang akhir pekan.

“Tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter,” bebernya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan upaya penanganan jika ada masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem. Yakni dengan pemberian bantuan terhadap rumah terdampak.

Contohnya rumah pada salah satu rumah warga di Kelurahan Notoprajan, Ngampilan yang terdampak hujan deras pada Selasa (19/8/2025). Pemberian bantuan berupa kayu dan atap seng diberikan Kamis (21/8/2025).

Nur menjelaskan, kerusakan rumah akibat bencana bisa ditindaklanjuti dengan bantuan pemulihan untuk perbaikan rumah. Sehingga diharapkan rumah yang rusak bisa dihuni kembali.

“Selain itu ada beberapa bantuan kebencanaan lain, misal ketika warga mengungsi akan kami salurkan logistik maupun makanan,” paparnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#siklon tropis #Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta #siklon 90W #Warjono #musim kemarau #Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta #BMKG