JOGJA - Pembukaan rangkaian peringatan 13 Tahun UUK DIY di Teras Malioboro Beskalan, Rabu (13/8) berlangsung meriah. Kemeriahan acara momentum peringatan keistimewaan yang dihadiri segenap lapisan masyarakat.
Sejak sore, kursi penonton di amphiteater Teras Malioboro Beskalan sudah penuh. Baik pengunjung maupun penjual tumpek blek di depan panggung pertunjukan tersebut. Acara tersebut gratis dan terbuka untuk umum.
"Kami menghadirkan layanan publik terpadu dan panggung seni hingga malam," ujar Paniradya Pati Kaistimewaan DIY Aris Eko Nugroho dalam sambutannya, Rabu (13/8).
Saat sore hari, masyarakat banyak memanfaatkan layanan-layanan yang dihadirkan dalam acara tersebut. Mulai perpanjangan pajak STNK tahunan, skrining kesehatan jiwa dan pemeriksaan kesehatan, aktivasi identitas kependudukan digital, pengurusan administrasi kependudukan, layanan konseling pengasuhan dan keluarga, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM, servis alat tepat guna dan konsultasi, serta layanan pojok baca.
"Kami melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dna lintas sektor di lingkungan Pemda DIY," bebernya.
Kemudian, di malam harinya masyarakat disuguhkan oleh panggung hiburan bertajuk “Kelir Kaistimewan” oleh Gondhol Sumargiyono. Tak lupa penampilan musik dari Jezzgandhez dan Orkes OG, partisipasi para seniman dan komedian lokal, serta penutup oleh grup musik WAWES.
"Didanai dengan dana keistimewaan, kegiatan pembukaan ini merupakan sebagai awalan untuk membuka rangkaian peringatan 13 Tahun UUK DIY," terangnya.
Tak hanya berakhir malam ini, rangkaian acara peringatan 13 tahun UUK berlangsung selama 30 hari. Dimulai dari 13 Agustus hingga 13 September dengan total acara 200 tampilan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di DIY.
"Sesuai dengan ulang tahun ke 13, kami mengambil tanggal 13 (Agustus) dan ditutup juga di tanggal 13 (September)," jelasnya.
Salah seorang pengunjung, Suryo mengatakan ikut bahagia karena UUK DIY sudah di umur 13 tahun. Banyak fasilitas maupun bantuan yang didapatkan masyarakat berkat adanya Dana Keistimewaan.
"Pengembangan kebudayaan hingga UMKM yang banyak berkembang di setiap kalurahan/desa," ujarnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo