Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menilik Omah Jayeng, Rumah Masa Kecil Garin Nugroho yang Kini Jadi Ruang Ekspresi Marjinal di Yogyakarta

Iwan Nurwanto • Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:54 WIB
Suasana di Omah Jayeng pada Selasa (12/8/2025) malam. Tempat tersebut merupakan rumah masa kecil sutradara Garin Nugroho yang kini dibuka jadi ruang publik.
Suasana di Omah Jayeng pada Selasa (12/8/2025) malam. Tempat tersebut merupakan rumah masa kecil sutradara Garin Nugroho yang kini dibuka jadi ruang publik.

JOGJA - Garin Nugroho Riyanto mencoba kembali menggeliatkan ekspresi seni yang jarang dilirik orang banyak atau kadang dianggap marjinal.

Upayanya, dilakukan dengan menyediakan wadah bernama Omah Jayeng.

Adapun Omah Jayeng merupakan rumah masa kecil Garin.

Rumah yang beralamat di Jl. Jayeng Prawiran No.18, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Jogja itu juga tempat lahirnya Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

Baca Juga: Ibu Bigmo Siap Mencium Kaki Andre Rosiade untuk Mendapatkan Maaf, Buntut Tuduhan Tak Berdasar Terhadap Azizah Salsha

Garin mengatakan, melalui Omah Jayeng dirinya ingin menyediakan ruang alternatif bagi pelaku seni.

Namun lebih kepada wadah bagi kegiatan seni dan budaya yang mungkin tidak diminati banyak orang.

“Omah jayeng mengambil sisi yang marginal, tempat kecil tapi efektif bagi mereka yang mungkin tidak diberi ruang di tempat lain,” ujar Garin saat ditemui dalam kegiatan bertajuk Menemukan Ruang Bersama, Selasa (12/8/2025) malam.

Baca Juga: Jack Grealish Perkuat Everton dengan Status Pinjaman dari Manchester City Dalam Upaya Menghidupkan Karirnya

Menurutnya, gerakan di Omah Jayeng sudah mulai kembali menggeliat sejak enam bulan terakhir.

Namun tempat tersebut sejatinya sudah dibuka sebagai ruang publik sejak tahun 2009 lalu.

Beberapa kegiatan pun sudah dilaksanakan di Omah Jayeng.

Misalnya pameran Ruang, Ingatan dan Layar yang dibuka oleh fragmen "Ibu Pertiwi" dari penari Sekar Kinanti.

Baca Juga: Habis Kesabaran, Politikus Gerindra Andre Rosiade Tegaskan Membawa ke Jalur Hukum Kasus Pencemaran Nama Baik Anaknya, Azizah Salsha

Kemudian pemutaran film karya Garin Nugroho dan empat sineas lokal dari Pacitan, Purworejo, Kediri dan Malang.

Kegiatan tersebut dihadiri 500 sineas dari berbagai daerah.

Selain itu, Omah Jayeng juga menjadi tempat pembuatan film berjudul Krisis.

Sebuah film dokumenter hasil kerjasama dengan Rumah Dokumenter klaten yang disutradarai oleh Toni Trimarsanto.

Baca Juga: Tersebar Isi Chat Azizah Salsha dan Sang Ibu, Diduga Adanya Keretakan Rumah Tangga dengan Pratama Arhan

Kemudian, juga menjadi tempat produksi Buku Made In Indonesia karya Garin Nugroho.

Serta mewadahi berbagai workshop lintas komunitas dengan berbagai tema dari Yogyakarta maupun luar daerah.

“Omah Jayeng merupakan ruang publik alternatif terbuka bagi para penggerak dan penggiat seni budaya di Indonesia,” tandas Garin. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ruang alternatif #Film #Menemukan Ruang Bersama #marjinal #jaff #Omah Jayeng #kegiatan seni #Jayeng Prawiran #Sekar Kinanti #jogja-netpac asian film festival #garin nugroho