JOGJA - Gelombang tinggi masih menjadi ancaman di perairan Yogyakarta.
Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya aktivitas siklon tropis 90S.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, siklon tersebut terpantau di sebelah barat Sumatera.
Sehingga membuat Yogyakarta didominasi oleh angin timuran.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap kondisi gelombang laut di selatan Yogyakarta.
Misalnya selama periode tanggal 4-6 Agustus 2025 yang gelombang laut diiprediksi dapat mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter.
Oleh karena itu, dia menghimbau agar nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir untuk waspada.
Sementara jika memang ingin tetap melaut diharapkan memantau perkembangan cuaca dari instansi resmi.
“Selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG,” ujar Warjono dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).
Selain diminta untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi.
Warjono juga mewanti-wanti potensi bencana hidrometeorologi selama puncak musim kemarau seperti sekarang.
Sebab dari hasil analisis dinamika atmosfer terpantau suhu muka air laut berkisar antara 26 hingga 28 derajat celcius.
Serta memiliki anomali suhu dari -0,5 hingga 1 derajat celcius.
Kemudian profil vertikal kelembaban udara terkini juga berada pada ketinggian 1,5 hingga 3 kilometer dengan prosentase kelembaban antara 30 hingga 95 derajat celcius.
Sehingga berpotensi meningkatkan potensi cuaca berawan hingga hujan ringan di sebagian Yogyakarta.
“Terutama pada siang hingga sore hari,” jelas Warjono. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin