JOGJA - Aspek pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi unggulan untuk membangkitkan perekonomian. Berbagai macam event rutin diselenggarakan di setiap daerah salah satunya sport tourism lari yang banyak diselenggarakan di Kota Jogja.
Salah satu event tahunan yang banyak menarik wisatawan di Kota Jogja yakni Glow Night Fun Run yang diselenggarakan, Sabtu (26/7/2025) malam di area jantung Kota Jogja. Sebanyak 4.000 orang tumpah ruah di rute Tugu Jogja hingga Nol Kilometer.
Gubernur DIY Hamengku Buwono X membuka secara langsung sekaligus melepaskan ribuan peserta lari dalam event tersebut. Di sela pembukaan acara, HB X memperingatkan para peserta untuk tetap berhati-hati karena rute mereka lewati adalah jalan umum yang notabene padat saat liburan. Event tersebut, lanjutnya, juga menjadi salah satu pilihan dari banyaknya event sport tourism yang diselenggarakan pemerintah maupun perusahaan yang ada di Kota Jogja.
"Masyarakat yang gemar berolahraga bisa memilih akan mengikuti event olahraga yang mana," ujarnya.
HB X juga sempat melontarkan gurauan kepada para peserta sebelum dimulai. Bagi para peserta yang mengikuti lari agar tidak mampir-mampir ke warung saat masih dalam lintasan. Diketahui, rute yang digunakan untuk lari dimulai dari Stadion Mandala Krida lalu melewati kawasan heritage yang banyak ditemui pedagang kuliner, lalu kembali lagi ke Mandala Krida.
"Hati-hati di jalan, jangan mampir warung, harus sampai finish, dari sini ya kembali ke sini," kelakarnya dan diikuti gelak tawa para peserta.
Walikota Jogja Hasto Wardoyo yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan saat ini memang olah raga lari sedang trend terjadi di mana-mana. Namun, event kali ini menyuguhkan pengalaman yang unik yakni lari malam hari dengan pertunjukan lampu dan melewati Kawasan Heritage Kota Jogja.
"Peserta bisa merasakan romantisme Kota Jogja yang memang indah dinikmati saat malam hari," ujarnya.
Menurutnya, di Kota Jogja juga banyak sekali penyelenggaraan event lari baik di pagi, sore ataupun malam hari. Adanya penyelenggaraan event tersebut juga dinilai menjadi PR untuk Pemkot Jogja. Khususnya berkaitan dengan penerangan di sekitar jalan umum.
"Kami punya kewajiban harus menambah untuk memasang lampu baru kalau event lari malam semakin banyak diadakan dan diminati masyarakat," bebernya.
Peserta event lari tersebut mayoritas diikuti oleh kalangan muda. Menurutnya itu sudah sesuai, karena olah raga saat malam hari kurang cocok untuk orang yang berumur. Bagi orang tua yang ingin mengikuti lari disarankan untuk pagi hari.
"Karena kan kalau malam oksigennya juga terbatas kalau dibandingkan saat siang atau pagi hari," ucap politisi yang juga dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin