Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Dekade Kiprah JFW Ajang Desainer Unjuk Karya, Jadi Episentrum Kreativitas Fashion Indonesia

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 23 Juli 2025 | 14:00 WIB
Model memeragakan koleksi baju disainer saat gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2024 di Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul, Kamis (22/8).
Model memeragakan koleksi baju disainer saat gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2024 di Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul, Kamis (22/8).

JOGJA - Perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) segera digelar di Grand Bima Hall Grha Pradipta atau Jogja Expo Center (JEC) pada pada 7-10 Agustus mendatang. Selama 20 tahun JFW menjadi ajang para desainer untuk unjuk karya. Tak hanya DIY, namun juga perancang busana Indonesia.

"Selama dua dekade JFW menjadikan Jogja sebagai episentrum kreativitas fashion yang dinamis dan berkelanjutan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati di kantornya, Selasa (22/7).

Dikatakan, JFW terus diselenggarakan sebagai bukti konsistensi Pemda DIY mendukung pembangunan industri fashion mode Indonesia menuju kancah internasional. Perjalanan selama 20 tahun memberikan pengalaman serta pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.

"JFW senantiasa eksis berkontribusi bagi pengembangan fashion nasional," ujar Yuna.

Selama menjadi ajang unjuk karya, JFW tumbuh dan bertransformasi menjadi acara fashion mode berupa peragaan busana, pameran, edukasi, lomba, dan hiburan. Even tersebut menjadi media komunikasi antara para pelaku usaha bidang fashion dengan konsumennya. JFW juga melibatkan kaum renta, narapidana dan difabel."Sehingga terjalin komunikasi ekonomi yang baik dan berkelanjutan," paparnya.

JFW menampilkan trend fashion global dengan fashion sebagai bagian dari mahakarya industri kreatif yang memiliki kekayaan intelektual. “Threada Of Tomorrow” menjadi tema besar yang diangkat pada 2025 ini.

Tema itu menggambarkan benang-benang harapan dan inovasi, dengan semangat keberlanjutan. Itu diharapkan dapat menenun masa depan fashion. Tema tersebut juga mencerminkan dunia mode yang terus berkembang. Ditandai dengan banyaknya konsep desain pakaian yang menggabungkan tradisi, teknologi, dan kreativitas dengan mengupayakan keberpihakan kelangsungan bumi.

"Threads of Tomorrow bukan sekadar tentang kain dan desain, namun bagaimana fashion dapat menjadi medium membangun masa depan. Lebih inovatif, inklusif, dan keberpihakan pada berkelanjutan," terang birokrat yang tinggal di Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta ini.

Gagasan para desainer yang berakar dari berbagai aspek warisan budaya. Diharapkan bisa diolah dengan teknik dan teknologi terkini. Tenunan yang dihasilkan mampu menciptakan karya yang relevan bagi generasi mendatang.

"Dari eksplorasi material ramah lingkungan, pewarnaan alami, hingga desain yang mengadaptasi teknologi digital," ucapnya.

 

Selama empat hari berturut-turut, JFW diselenggarakan di fedung pameran standar nasional yang ada di Indonesia dengan luas area lebih dari 8000 meter persegi. Dalam satu  Fashion Show JFW 2025 terdiri dari 12 sesi show

Menghadirkan 165 fashion designer berkualitas nasional dan berbakat.  Terdiri dari satu sesi siang, empat sesi sore dan empat sesi malam. Lalu satu sesi kids, satu sesi youht fashion designer, dan satu sesi Jogja fashion designer competition.

Beberapa desainer ternama di Indonesia juga hadir. Antara lain Ivan Gunawan, Vivi Zubaedi, Dian Pelangi dan Danjio Hyoji. Lebih dari 100 brand fashion DIY tingkat nasional dan 50 brand dari berbagai wilayah Indonesia ikut berpartisipasi.

Dalam memperingati 20 Tahun JFW, akan diselenggarakan penyerahan anugerah kepada insan fashion Yogyakarta dan Indonesia dengan konsep reuni akbar dalam rangkaian acara fashion show. (oso/kus)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Jogja Expo Center (JEC) #Trend Fashion #JEC #Jogja Fashion Week #JFW #perancang busana #fashion #desainer #Jogja #pemda diy