Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kampanye Becak Listrik Jadi Upaya Wujudkan Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor

Iwan Nurwanto • Jumat, 18 Juli 2025 | 22:53 WIB
Kampanye Becak Listrik di Malioboro (18/7/2025).
Kampanye Becak Listrik di Malioboro (18/7/2025).

JOGJA - Becak listrik secara resmi dikampanyekan di kawasan Malioboro pada Jumat (18/7/2025). Kehadiran moda transportasi tradisional yang dikembangkan secara modern itu akan menjadi salah satu daya dukung mewujudkan kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, secara bertahap pihaknya memang akan membatasi aktivitas kendaraan bermotor di kawasan Malioboro. Teramsuk didalamnya becak motor (betor). Rencana tersebut akan segera diwujudkan tahun ini.

Menurut Hasto, kampanye becak listrik menjadi salah satu tahap untuk menuju hal tersebut. Sekaligus diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk dapat menggunakan moda transportasi yang resmi dan lebih ramah lingkungan.

Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu menegaskan, pihaknya juga akan menata kawasan sirip-sirip Malioboro supaya bisa lebih optimal sebagai tempat mangkal becak listrik dan andong. Sehingga kedepan akan diberikan fasilitas pengisi daya motor yang digunakan becak listrik tersebut.

“Tentunya memang sudah bukan menjadi rahasia lagi, bahwa Malioboro yang bermotor tidak kami izinkan,” ujar Hasto disela launching.

Selain untuk mendukung kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor. Hasto menyatakan, kehadiran becak listrik juga untuk mengurangi emisi kendaraan dan meningkatkan kadar oksigen di kawasan tersebut.

Hasto menilai, kawasan Malioboro merupakan salah satu titik yang cukup padat aktivitas manusia pada masa libur panjang. Sehingga jika semakin banyak kendaraan bermotor tentu dapat membawa efek buruk bagi kesehatan.

“Malioboro ini harus betul-betul minimal untuk emisi karbon, dan salah satu caranya dengan becak listrik atau becak kayu,” katanya.

Baca Juga: Tanggapan Patrick Kluivert Terkait Hasil Drawing Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Kami Ingin Tampil Sekompetitif Mungkin dengan Hasil Terbaik

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Becak Kayuh Yogyakarta Paimin Ahmad Sarjono menyampaikan, koperasi yang dipimpinya mendapatkan bantuan sebanyak 25 becak listrik. Penggunaan becak listrik bagi para tukang becak anggota koperasi dilakukan dengan sistem sewa berbiaya Rp. 10 ribu per hari.

Diakuinya, dalam mengoperasikan moda transportasi resmi dan ramah lingkungan itu para pengemudi becak kayuh dan listrik sering bersaing dengan betor. Sebab betor banyak dipilih karena perjalanannya yang lebih cepat dan mudah ditemukan.

Menurut Paimin, becak listrik sejatinya sudah beroperasi sejak tahun 2023 lalu. Selama ini becak-becak listrik kerap melayani wisatawan untuk menuju destinasi-destinasi wisata di Yogyakarta. Seperti Tamansari, Kraton, Sosrowijayan, dan rute dari hotel menuju stasiun.

“Kalau untuk pendapatannya kami bisa dapat Rp. 100 ribu untuk hari-hari biasa, kalau libur panjang bisa lebih banyak kadang sampai Rp. 300 ribuan,” jelasnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#walikota jogja hasto #Becak Listrik #kampanye #Malioboro