JOGJA - Penumpukan sampah terjadi pada beberapa depo Kota Jogja. Penumpukan itu disebabkan karena unit pengolahan sampah (UPS) milik Pemkot Jogja hanya mampu mengatasi 200 ton sampah per hari. Sementara untuk 60 ton sisanya, masih tertahan di depo.
Pantauan Radar Jogja, sampah menumpuk di Depo Mandala Krida dan Depo Kotabaru. Tumbukan plastik berisi sampah terlihan memenuhi area depo dan hampir meluber.
Masalah penumpukan sampah ini, sulit teratasi jika hanya mengandalkan pengelolaan. Sebab UPS di Piyungan sudah mulai melakukan pembatasan untuk pembakaran sampah menggunakan insinerator.
Kemudian, masalah lain dihadapi pemkot juga sudah mulai banyaknya jasa pengelolaan swasta yang berhenti beroperasi. Dikarenakan adanya langkah penertiban yang mewajibkan standar keamanan dalam hal dampak lingkungan.
“Oleh karena itu, sekarang memang kami sedang mengalami kritis, sehingga di masa kritis harus ada cara baru,” ujar Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Kampung Giwangan, Umbulharjo Selasa (15/7).
Bupati Kulon Progo periode 2011-2029 itu mengaku, sudah menyiapkan langkah pemilahan. Program tersebut akan menyasar empat depo sebagai pilot project. Yakni Depo Mandala Krida, Depo Kotabaru, Depo Brigjen Katamso (THR), dan Depo Lapangan Karang yang menaungi 21 kelurahan. Jika berhasil, langkah ini akan turut dilakukan di depo lain.
Adapun model pemilahan, dijelaskan Hasto, akan dikemas dalam program padat karya yang melibatkan masyarakat sekitar untuk memilah sampah anorganik, organik dan residu di depo. Sehingga diharapkan dapat mengatasi produksi sampah harian di Kota Jogja yang mencapai 260 ton.
“Kalau tidak dipilah ya pasti overload di hilir, kuncinya memilah sambil mengedukasi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Depo Mandala Krida Teguh Wahyu Lelono membeberkan, depo dalam kondisi hampir penuh sejak dua pekan terakhir. Dia menduga, menumpuknya sampah karena UPS milik pemkot sedang banyak antrean pengolahan.
Teguh mengungkap, dampak penumpukan sampah ini membuat antrean penggrobak mengular. Sebab armada truk sampah biasanya juga membutuhkan waktu lama untuk mengangkut depo-depo lain yang kondisinya sama penuh.
“Biasanya jam lima pagi armada sudah datang, tapi sekarang jam enam baru sampai,” beber Teguh. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita