Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Siapkan Gedung Sekolah Rakyat Permanen di Moyudan Sleman, Seluruh Siswa akan Ditempatkan Satu Atap

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 15 Juli 2025 | 20:36 WIB
BERSIAP: Sarana prasarana Sekolah Rakyat di Sentra Antasena Magelang sudah mulai lengkap.
BERSIAP: Sarana prasarana Sekolah Rakyat di Sentra Antasena Magelang sudah mulai lengkap.

JOGJA - Gedung Sekolah Rakyat (SR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di dua tempat yakni Sonosewu, Bantul dan Purwomartani, Kalasan statusnya merupakan bangunan sementara. Rencananya seluruh siswa di dua lokasi tersebut akan menjadi satu di gedung SR DIY yang saat ini sedang dipersiapkan.

"Lokasinya di Moyudan, tapi tepatnya pas saya belum (tahu), tapi lokasinya sudah ada," ujar Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan Didik Wardaya saat dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (15/7/2025).

Didik, sapaan akrabnya, pada Senin (14/7/2025) juga hadir ke lokasi dua SR DIY untuk membersamai para siswa yang baru pertama kali masuk sekolah. Ia bersama dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Endang Patmintarsih menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap terselenggaranya program pendidikan dari pemerintah pusat tersebut.

"Itu (gedung) sifatnya transisi dan kami sedang dalam rangka menyiapkan area yang untuk permanennya," tuturnya.

Rencananya lokasi SR gedung permanen yang akan dibangun di Moyudan, Sleman tersebut akan dibuat ideal sesuai dengan konsep dan pemikiran Presiden Prabowo. Gedung tersebut akan dibangun di bawah instruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Jadi semuanya dari pusat," bebernya.

Waktu pasti dimulainya pembangunan gedung tersebut belum disampaikan. Namun, menurutnya gedung tersebut akan menampung semua siswa di dua SR agar menjadi satu atap. Total ada 275 siswa SR yang terbagi di dua lokasi. SR Sonosewu, Bantul sebanyak 200 siswa dan SR Purwomartani, Kalasan sebanyak 75 siswa.

Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan persiapan pemenuhan dan pengadaan seluruh aspek pendukung di dua SR DIY itu dilakukan selama tiga bulan. Mulai pengadaan sarpras hingga rekruitmen siswa dan tenaga pengajar. Selama proses rekruitmen siswa, ia mengatakan total ada 29 siswa yang mengundurkan diri.

"Alasannya ada yang pengen sekolah umum, takut tidak bisa main karena menginap dan sebagainya," ujarnya.

Namun, kuota tersebut kini sudah kembali terisi baik di SR Purwomartani maupun SR Sonosewu. Sebanyak 275 siswa telah menempati gedung yang dikabarkan masih sementara itu.

Baca Juga: Pemkab Kebumen Usulkan Anggaran Rp 45 Miliar untuk Perbaikan Jalan Menuju Geopark melalui Bantuan Inpres

"Ini nantinya ada (gedung) yang permanen," bebernya.

Dua SR tersebut dari awal memang direncanakan non permanen, mengingat instruksi dari pusat mewajibkan SR beroperasi bulan Juli. Persiapan hanya tiga bulan karena pusat memerintahkan pada bulan Februari.

"Jadi ini memang masa transisi," tandasnya.

Sembari dua tempat SR tetap berjalan, ia mengatakan seluruh kepala daerah baik Gubernur dan bupati/walikota menyiapkan lahan untuk SR permanen. Hal tersebut sesuai dengan rencana program presiden yakni adanya minimal satu SR di setiap daerah.

"Provinsi kami sudah ber proses, kemudian kabupaten/kota juga," terangnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sonosewu #Pemprov DIY #Purwomartani #Sonosewu Bantul #Sekolah Rakyat #Purwomartani Sleman #Moyudan Sleman