JOGJA - Salah satu penyebab keterlambatan pengantaran ShopeeFood yang berbuntut penganiayaan adalah adanya dobel order dari sistem. Untuk itu, Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FYOB) berharap sistem ini bisa dihapuskan.
Ketua Umum FOYB Rie Ramawati menjelaskan, sistem dobel order membuat para driver dilema. Hal ini lantaran tambahan biaya ongkos kirim yang didapat hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500.
"Resto ada yang cepat, ada yang enggak. Kalau tidak menyelesaikan yang pertama belum bisa mengantarkan pesanan yang kedua," terang perempuan yang akrab disapa Wuri ini saat ditemui di Mapolresta Sleman, Senin (7/7).
Meski demikian, saat mendapatkan dobel order driver tidak bisa menolak. Apabila driver ShopeeFood menolak maka akan mendapatkan poin. Ketika nanti sudah tercatat menerima 150 poin maka akan dilakukan pemutusan mitra. "Kalau bisa dari aplikator sistem dobel order dihapuskan. Ini sangat merugikan driver," tambahnya.
Wuri juga menyebut, konsumen sebenarnya juga bisa memilih antara orderan prioritas dengan reguler. Apabila ingin cepat bisa menggunakan pesanan prioritas. Biasanya akan didahulukan dan dapat terhindar dari dobel order. "Tapi kalau prioritas memang tarifnya lebih mahal," katanya.
Sementara terkait insiden perusakan oleh oknum ojol yang terjadi pada Sabtu (5/7), Wuri turut menyampaikan permohonan maafnya. Dia menyebut hal itu terjadi bukan atas keinginan dari forum ojol. "Ke depan mohon tidak terpancing dengan informasi di media sosial. Baik saat aksi atau solidaritas apa pun," katanya.
Dia menyebut usai aksi di Mapolresta Sleman sebenarnya sudah disampaikan imbauan untuk tidak anarkistis. Sehingga sebenarnya aksi menggeruduk kembali rumah pelaku penganiayaan bukan jadi tanggung jawab FOYB.
Sementara itu, Kuasa Hukum FOYB Widiantoro menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan pendampingan hukum terhadap korban penganiayaan. Harapannya ketiga tersangka bisa dilakukan proses hukum yang tegas sesuai aturan.
"Kami mengawal korban. Sampai saat ini klien kami menghendaki tidak ada proses mediasi. Jadi diproses hukum supaya menjadi pembelajaran semua pihak," jelasnya. (del/laz)