Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Krisis Iklim, Peluang Hujan di Puncak Musim Kemarau Masih Tinggi, BMKG Yogyakarta Ungkap Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Senin, 7 Juli 2025 | 23:47 WIB
Cuaca ekstrem yang terjadi bukan karena iklim saja namun karena ulah manusia juga yang kurang menjaga alam
Cuaca ekstrem yang terjadi bukan karena iklim saja namun karena ulah manusia juga yang kurang menjaga alam

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengungkap potensi hujan yang turun di tengah puncak musim kemarau seperti sekarang masih cukup tinggi. Sehingga masyarakat pun diminta mewaspadai kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya mengidentifikasi adanya pola siklonik di Samudera Hindia yang terjadi di sisi barat Sumatera. Kondisi itu cukup berpengaruh terhadap pola angin berupa timuran dan sedikit konvergensi di wilayah Jawa termasuk DIY.

Warjono pun mengungkap, bahwa suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan di laut Jawa juga terpantau relatif hangat dengan kisaran suhu 28 sampai 30 derajat celcius. Sementara untuk suhu di Samudera Hindia selatan Jawa terpantau 26 hingga 28 derajat celcius dengan anomali perubahan suhu antara 0,5 hingga 2 derajat celsius.

Disamping itu, profil vertikal kelembaban udara wilayah di DIY terpantau pada ketinggian 1,5 hingga 5 kilometer dengan tingkat kelembaban mencapai antara 60 hingga 90 persen. Sehingga dapat meningkatkan peluang hujan pada beberapa wilayah di DIY. Meskipun pada bulan Juli ini sudah memasuki puncak musim kemarau.

“Kondisi ini juga masih mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan,” ujar Warjono dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Dia mengungkapkan, dengan kondisi tersebut juga ada kemungkinan sejumlah wilayah juga akan diguyur hujan dalam beberapa hari kedepan. Misalnya pada Selasa (8/7/2025) ada kemungkinan hujan ringan hingga sedang di Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Lalu pada Rabu (9/7/2025) ada berpotensi hujan ringan di Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulonprogo bagian utara. Serta pada Kamis (10/7/2025) ada kemungkinan hujan ringan di Sleman dan Kulonprogo bagian utara.

Baca Juga: Mas-Mas Pelayaran Yang Aniaya Driver Shopee Food Bukan Lulusan Sekolah Pelayaran, Ngaku Orang Pelayaran Menegaskan si Paling Disiplin

“Sehingga kami selalu meminta masyarakat dan instansi terkait untuk memperbarui informasi cuaca terkini,” beber Warjono.

Secara terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan, pihaknya sudah rutin menyebarkan informasi terkait perkembangan cuaca kepada masyarakat. Yakni melalui grup WhatsApp pengurus Kampung Tangguh Bencana (KTB), siaran Pusdalops, serta media sosial resmi.

Darmanto menghimbau, dengan masih seringnya turun hujan diharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Sekaligus melakukan mitigasi dengan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.

“Waspadai keberadaan pohon besar dan baliho yang berpotensi roboh serta menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah ke selokan atau sungai,” pesannya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#badai #shopee food #siklon #bmkg yogyakarta #mas pelayaran #shopee #musim kemarau #pelayaran