JOGJA - Berkah momen libur panjang sekolah tahun ini sepertinya tidak dirasakan oleh para tukang becak wisata di Yogyakarta. Sebab kunjungan wisatawan tidak berdampak pada naiknya pendapatan mereka.
Ketua Paguyuban Becak DIY Parmin mengatakan, jumlah penumpang becak wisata pada momen libur panjang dari tanggal 27 hingga 29 Juni 2025 ini tidak terlalu banyak. Pun para tukang becak yang kerap mangkal di Jalan Malioboro hanya mendapatkan satu sampai dua penumpang per hari.
Sedikitnya jumlah penumpang itu, menurut dia, juga berdampak pada rendahnya pendapatan para tukang becak. Untuk upah paling besar berkisar Rp. 100 ribu. Sementara yang paling rendah Rp. 25 ribu.
Parmin menyebut, ada berbagai faktor yang menjadi penyebab rendahnya jumlah penumpang becak kayuh. Misalnya karena jumlah wisatawan yang sedikit. Kemudian kurangnya minat wisatawan untuk menggunakan moda transportasi tradisional.
“Untuk momen libur sekolah tahun ini memang agak sepi,” ujar Parmin saat dikonfirmasi, Kamis (3/7/2025).
Dia menyampaikan, bahwa libur panjang sekolah tahun ini memang merupakan masa libur yang paling sulit bagi para tukang becak kayuh di DIY. Terlebih jika dibandingkan dengan momen libur lebaran dan akhir tahun yang jumlah penumpangnya tergolong cukup banyak.
Parmin membeberkan, pada dua momentum libur panjang itu satu tukang becak setidaknya bisa membawa tiga sampai enam kali penumpang sehari. Kemudian untuk pendapatannya bisa mencapai ratusan ribu.
“Kalau libur lebaran itu minim (pendapatan tukang becak) bisa Rp. 150 ribu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku, sudah menyiapkan rencana untuk lebih mensejahterakan tukang becak di kawasan Jalan Malioboro. Yakni dengan menerapkan larangan kendaraan bermotor untuk beroperasi destinasi wisata tersebut.
Hasto menegaskan, pada tahun ini pihaknya akan melakukan uji coba bebas kendaraan di sepanjang Jalan Malioboro. Kebijakan tersebut untuk mendukung kawasan sumbu filosofi yang sudah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Menurutnya, dengan adanya larangan kendaraan bermotor maka jasa tukang becak yang akan dicari-cari oleh wisatawan yang berkunjung ke Malioboro. Sebab becak merupakan salah satu moda transportasi yang tidak menggunakan mesin.
“Tahun 2025 (Jalan Malioboro) dipatok harus car free everyday,” tegas Hasto belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin