Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antrean Penggrobak Depo Mandala Krida Masih Kerap Mengular, Penjemputan Sampah Sering Terlambat

Iwan Nurwanto • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:30 WIB

 

ANTRE : Barisan gerobak sampah yang sudah diangkut muatannya pada Selasa (24/6/2025) siang. Antrean penggrobak di depo tersebut diketahui sering terjadi pada pagi hari.
ANTRE : Barisan gerobak sampah yang sudah diangkut muatannya pada Selasa (24/6/2025) siang. Antrean penggrobak di depo tersebut diketahui sering terjadi pada pagi hari.
JOGJA - Model pengelolaan sampah rumah tangga dengan menggunakan transporter atau penggrobak yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum terlalu berjalan optimal.

Pasalnya, penggrobak di Depo Mandala Krida mengeluhkan sering terlambatnya penjemputan sampah dari depo. Sehingga antrean gerobak pun kerap mengular.

Salah satu penggrobak Depo Mandala Krida Kuat Budiono mengatakan, antrean panjang penggrobak sering terjadi ketika pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 07.00.

Sebab pada jam-jam tersebut merupakan waktu pembuangan bagi para penggrobak yang bertugas di wilayah kemantren Umbulharjo.

Kuat menyebut, kerap terjadinya antrean mengular penggrobak di Depo Mandala Krida dikarenakan jumlah armada truk pengangkut sampah tergolong minim.

Kemudian armada truk juga tidak hanya mengangkut di depo Mandala Krida saja.

Oleh karena itu, dia berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menambah armada truk sampah. Itu agar penggrobak tidak perlu menunggu terlalu lama.

Serta tidak terjadi antrean panjang seperti yang sudah terjadi selama ini.

“Kalau kami inginnya lancar-lancar saja, supaya kami juga tidak menunggu sampai siang,” ujar Kuat saat ditemui, Selasa (24/6/2025).

Kuat mengaku, selama ini bertugas mengangkut setidaknya 60 rumah di satu RW dalam sehari.

Waktu pembuangan memang dipilih pagi hari karena proses pengangkutan biasanya selesai ketika sore hingga malam hari.

Adapun tarif untuk satu rumah, kata dia, sebesar Rp. 40 ribu untuk pengangkutan selama satu bulan.

Sehingga dalam sebulan setidaknya dia mampu mendapatkan upah sebesar Rp. 2,4 juta.

Dia berharap proses pembuangan dan pengangkutan sampah ke depo tidak ada kendala.

Sehingga penggrobak pun tidak mendapatkan keluhan dari masyarakat yang selama ini menggunakan jasa mereka.

“Penggrobak ingin semuanya lancar, agar kami dalam bekerja juga tidak ada masalah,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko menyampaikan, pada Selasa (24/6/2025) pihaknya mengerahkan sebanyak empat armada truk untuk mengangkut sampah di Depo Mandala Krida.

Sehingga pengangkutan sampah dari penggrobak selesai sekitar pukul 11.00.

Haryoko mengaku, belum dapat memastikan apakah akan menambah jumlah armada di Depo Mandala Krida.

Namun pihaknya berkomitmen dan berupaya agar pengangkutan sampah di depo tersebut bisa berjalan optimal.

“Untuk depo Mandala Krida hari ini kami siagakan empat depo,” terangnya. (inu)

Editor : Bahana.
#depo sampah #Kota Jogja #Mandala Krida #Yogyakarta #Pemkot Jogja