Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Kanal Youtube, Beberapa Akun Medsos Masjid Jogokariyan Yogyakarta Juga Diblokir

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:14 WIB

BERSIAP : Masjid Jogokaryan bersiap menyambut Ramadan, Kamis (2/3). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
BERSIAP : Masjid Jogokaryan bersiap menyambut Ramadan, Kamis (2/3). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
JOGJA - Setelah Kanal Youtube Masjid Jogokariyan, Jogja diblokir oleh pihak Youtube, kini rentetan kejadian pemblokiran akun sosial media Masjid Jogokariyan juga terjadi.

Kejadian tersebut diduga kuat karena postingan-postingan akun yang mengunggah konten terkait tokoh-tokoh Palestina.

"Dimulai dari akunnya anak-anak (namanya) Hamas, pengajian masjid anak anak Jogokariyan Jadi mungkin namanya itu," ujar Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz M. Jazir saat dikonfirmasi, Selasa (24/6).

Diketahui nama akun instagram resmi yang mengunggah tentang kegiatan agama anak-anak Jogokariyan bernama Hamas.

Hamas merupakan akronim dari Himpunan Anak-Anak Masjid Jogokariyan.

"Jadi dikira karena ada organisasi Hamas (padahal) artunya himpunan anak anak masjid," tuturnya.

Selanjutnya pemblokiran pun merembet ke berbagai akun lain, seperti @remajamasjidjogokariyan, @kampoengramadhanjogokariyan, hingga akun utama Masjid Jogokariyan, yakni @masjidjogokariyan. Pemlokiran terjadi dalam tempo dua hari ini.

"Kalau Youtube (juga diblokir) terakhir mami streaming dengan Husein Gaza, jadi nampaknya karena dikira Hamas berafilisiasi," terangnya.

Menuruntya, pihak penyedia aplikasi juga sudah beberapa kali mengeluarkan peringatan di akun media sosial milik pengelola Masjid Jogokariyan.

Khususnya setiap mengunggah konten yang berkaitan dengan tokoh tokoh dari Palestina.

"Kami belum tau berapa lama diblokir makanya kita upayakan untuk banding," tandasnya.

Langkah yang ditempuh pihak pengelola Masjid Jogokariyan adalah mengajukan banding dengan menggaet pengacara media untuk membantu.

Selain itu juga akan dilakukan pembuatan akun baru untuk memberitahukan pengumuman dan informasi selanjutnya.

"Mungkin nama Hamas akan kami berikan kepanjangannya, tidak kami singkat Hamas saja," jelasnya.

Kabar pemblokiran sejumlah akun Masjid Jogokariyan tersebut cuma berselang beberapa hari setelah kanal YouTube masjid tersebut dihapus.

Penghapusan Kanal Youtube disebut lantaran kanal telah menyalahi ketentuan platform tersebut soal organisasi kriminal atau ekstremis kekerasan. (oso)

Editor : Bahana.
#kanal YouTube #Yogyakarta #Medsos #Masjid Jogokariyan Yogyakarta #Jogja