Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pagelaran Wayang dengan Lakon Semar Mbangun Kayangan Beri Pesan Pemimpin Wajib Pedomani Pancasila Ora Melik Kuasa, Tak Pentingkan Urusan Keluarga

Kusno S Utomo • Senin, 23 Juni 2025 | 14:20 WIB
MOMONG RAKYAT: Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyerahkan wayang semar kepada dalang Ki Geter Pramuji Widodo. Tampak di samping kiri Eko ikut mendampingi Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harnawan
MOMONG RAKYAT: Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyerahkan wayang semar kepada dalang Ki Geter Pramuji Widodo. Tampak di samping kiri Eko ikut mendampingi Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harnawan

 

 

JOGJA - Pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kayangan  di halaman gedung DPRD DIY Jalan Malioboro 54 Jogja mendapatkan sambutan hangat masyarakat. Itu tampak dengan banyaknya penonton yang menyaksikan pentas wayang dengan dalang Ki Geter Pramuji Widodo pada Sabtu (21/6) malam.

          Sebelum dimulai, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto kembali mengingatkan, pentas wayang itu sebagai bagian jalan budaya dalam upaya Sinau Pancasila di Bulan Bung Karno Juni 2025.

Bismillahirrahmanirrahim, tokoh Semar lambang yang momong rakyat. Momong seluruh warga bangsa penuh kesabaran. Tidak melik (hasrat, Red) jabatan. Inilah Semar ora melik jabatan. Ora melik duit  dan tidak mementingkan urusan keluarga," ucap Eko saat menyerahkan secara simbolis wayang Semar kepada dalang Ki Geter.

Tampak ikut mendampingi Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harnawan dan Anggota Komisi A DPRD DIY D. Radjut Sukasworo. Dalam sambutanya, Eko menjelaskan, lakon Semar Mbangun Khayangan sengaja dipilih karena sesuai harapan masyarakat dewasa ini.

Masyarakat bisa mendapatkan pembelajaran dan nilai-nilai teladan sosok Semar. Pentas wayang kulit itu juga bertepatan dengan 55 tahun wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970. Dia kemudian mengajak semua yang hadir bersama-sama mendoakan Proklamator bangsa tersebut.

Secara khusus, Eko menyatakan, saat peringatan Bulan Bung Karno 2025, DPRD DIY sengaja memilih jalan budaya dengan menggelar pentas wayang kulit. Harapannya, lewat acara tersebut bisa menggelorakan keteladanan tokoh-tokoh bangsa dan nilai-nilai Pancasila.

Diingatkan, di DIY  ada banyak tokoh di awal kemerdekaan Indonesia yang memiliki sumbangan sejarah kebangsaan. Ada KRT Radjiman Wediodiningrat yang memimpin BPUPKI. Lalu sejumlah anggota BUPKI dan PPKI  seperti Kahar Mudzakir, tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo,  BPH Puruboyo, BPH Bintoro, pendiri Taman Siswa Ki Hadjar Dewantara dan lainnya.

Mereka ikut merumuskan Pancasila dalam sidang-sidang BPUPKI. “Bung Karno kemudian yang menggagas Pancasila 1 Juni 1945,” ungkapnya.

 

Atas peran sejarah itu, Eko mendorong agar Pemda DIY segera mendirikan museum kecil. Isinya mencerminkan perjuangan para tokoh bangsa tersebut asal DIY tersebut.

“Harapan kami agar generasi muda mengenal sejarah lahirnya Pancasila," tandas ketua Komisi tiga periode berturut-turut ini.

Langkah menggelorakan nilai-nilai Pancasila maupun meneguhkan karakter bangsa banyak ditemukan di kehidupan keseharian masyarakat. Menurut dia, budaya kuliner masyarakat Jogja sudah mempraktikkan nilai-nilai Pancasila.

“Bagaimana kala membeli gudeg, bisa dengan pilihan ayam suwir, atau kalau tidak punya uang sama sekali bisa ngebon (utang, Red). Di angkringan ada model berhitung makanan yang dikonsumsi dengan kejujuran dan saling percaya,” beber wakil rakyat yang gemar makan duren ini.

          Kepada para elit yang mendapatkan kepercayaan rakyat, Eko berpesan saat menyusun APBD jangan korupsi. Ada refleksi keteladanan nilai-nilai Pancasila yang bisa diaktualkan  melalui lakon Semar Mbangun Kayangan.

“Kita belajar dari Bung Karno yang menggali Pancasila. Rumusan Pancasila digali dari tanah Indonesia,” ujar lulusan MEP UGM ini. (kus)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#sinau pancasila #semar #Lakon #Semar mBangun Kayangan #dprd diy #Ketua Komisi A #Eko Suwanto #pagelaran wayang kulit #Bulan Bung Karno