Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Memprihatinkan, Sampah yang Dibuang ke Sungai Code Kota Jogja Capai Enam Ton Per Bulan

Iwan Nurwanto • Selasa, 17 Juni 2025 | 21:22 WIB

 

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Very Tri Jatmiko saat ditemui, Senin (17/6/2025).
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Very Tri Jatmiko saat ditemui, Senin (17/6/2025).

JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat timbulan sampah yang diakibatkan dari aktivitas pembuangan sampah liar ke sungai cukup besar.

Khusus Sungai Code saja, sampah yang berhasil diangkat dari jaring sampah atau trash barrier selama kurun waktu satu bulan terakhir mencapai enam ton.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Very Tri Jatmiko mengatakan, Kali Code memang merupakan sungai yang paling besar produksi sampahnya.

Jika dibandingkan sungai-sungai lain yang mengalir di Kota Jogja seperti Gajahwong, Manunggal, dan Winongo.

Very membeberkan, selama pemasangan trash barrier pihaknya mengangkat 200 kilogram sampah per hari atau 6 ton perbulan dari Sungai Code.

Jumlah itu naik dibandingkan sebelum pemasangan trash barrier, yang dimana petugas hanya mampu mengangkat 95 kilogram sampah per hari.

Sebagai informasi, DLH Kota Jogja diketahui sudah memasang empat titik trash barrier.

Pemasangannya dilakukan di Sungai Code sebanyak dua titik, yakni di sisi utara tepatnya di Jembatan Sardjito dan sisi tengah di selatan Jembatan Sayidan.

Sementara Sungai Winongo di pasang di Kali Buntung dan Pringgokusuman.

“Jenisnya sampahnya beragam, ada organik dan anorganik. Bahkan kasur juga ada,” ujar Very saat dikonfirmasi, Selasa (17/6/2025).

Meskipun cukup efektif dalam menahan sampah sungai, Very mengakui pemasangan trash barrier belum bisa dilakukan rutin setiap hari.

Sebab jika kondisi cuaca hujan maka debit air akan meningkat dan dapat membuat trash barrier jebol lalu hanyut.

Kasusnya pun pernah terjadi di trash barrier yang ada di Sungai Buntung yang jebol lalu hanyut sampai ke kabupaten Bantul.

Oleh karena itu, sampai saat ini pemasangan trash barrier masih menyesuaikan situasi dan kondisi.

“Selama cuacanya masih banyak hujan, di empat titik ini (trash barrier) kami amankan dulu,” beber Very.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, bahwa pemerintah berencana menambah empat titik trash barrier pada wilayah hilir.

Upaya tersebut dilakukan agar sampah yang dibuang di aliran sungai Kota Jogja tidak masuk ke kabupaten Bantul.

Selain itu, ke depan pemkot juga akan menambah petugas pembersih sampah sungai atau pasukan orange pada titik-titik trash barrier.

Sehingga sampah yang berhasil ditahan trash barrier dapat langsung diangkat dan diolah pada tempat-tempat pengolahan sampah yang dikelola Pemkot Jogja.

“Targetnya memang saya pasang empat di hulu dan empat di hilir, supaya sampah dari kota tidak masuk ke Bantul,” terang Hasto. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#DLH Jogja #DLH Kota Jogja #darurat sampah #hasto wardoyo #pembuangan sampah di sungai #trash barrier #sungai code #Sampah Liar #Very Tri Jatmiko #buang sampah di sungai