JOGJA - Pedagang eks Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) belum ada yang membuka lapaknya pasca pemindahan di lokasi baru lahan Bekas Menara Kopi, Kotabaru.
Pedagang masih dalam proses penataan, lapak-lapak mulai terisi oleh barang-barang dagangan dan ditargetkan mulai berdagang pekan ini.
"Targetnya Sabtu (21/6/2025), pekan ini sudah siap jualan," ujar pedagang pakaian eks TKP ABA, Sri Widayanti dan Dwi saat ditemui di lokasi baru lahan bekas Menara Kopi, Kotabaru, Senin (16/6/2025).
Dari pantauan Radar Jogja, beberapa lapak yang telah diberi nomor dan dibatasi dengan garis, telah terisi barang-barang jualan seperti meja, kursi dan sebagainya.
Memang masih banyak yang belum terisi.
Namun beberapa pedagang mulai berlalu-lalang sibuk membawa alat-alat ke lapaknya.
Beberapa di antaranya telah memasang semacam teralis besi yang akan digunakan untuk memajang dagangan mereka.
"Kami sebenarnya sudah disuruh untuk dagang dari kemarin, tapi karena baru menata lapak dan sebagainya, jadi belum bisa," kata Dwi.
Setelah penutupan total TKP ABA lebih dari dua minggu lalu, dirinya mengaku belum memulai aktivitas berjualan.
Otomatis tidak ada pemasukan yang ia dapat.
Alasannya, ia sedang fokus untuk melakukan pembongkaran di lokasi lama, kemudian memindahkannya di lokasi baru dan persiapan-persiapan pindahan lainnya.
"Masih berproses, toh masih sepi, baru ada pengunjung mulai kemarin Sabtu (14/6/2025)," tuturnya.
Seluruh proses bongkar, muat hingga membangun kembali dilakukan para pedagang dengan biaya swadaya mandiri.
Dirinya mendapatkan lapak seluas 1,20x1,50 meter.
"Mulai besok baru bikin rak-rak untuk daganganya," bebernya.
Sebelumnya di TKP ABA, ia mendapat lapak seluas 1x 2 meter.
Ia telah puluhan tahun berjualan pakaian di TKP ABA.
Pasca penutupan dilanjut pembongkaran, Ia merasa sedih melihat pembongkaran yang dilakukan di TKP ABA, bukan karena apa, melainkan mengingat kenangan-kenangan puluhan tahun tempat dirinya mencari rezeki.
"Dibongkar itu saya nangis kejer beneran," ujar penghuni TKP ABA sejak tahun 1997 itu.
Ia menceritakan bagaimana dulu awal dirinya berjualan dengan kondisi TKP ABA yang masih sepi dan masih banyak ditemukan gelandangan.
Bangunan megah bertingkat yang saat ini dalam proses pembongkaran itu belum dibangun.
"Dulu ABA masih sepi masih banyak gelandangan dan belum ada bangunan parkir itu," terangnya.
Menurutnya potensi bus pariwisata untuk parkir di lokasi tersebut masih tunggi.
Hal itu karena para jukir dan pengelola mempunyai banyak relasi supir bus saat masih di TKP ABA.
Pengelola Lokasi Parkir Malioboro di Kotabaru, Doni Rulianto meengakui memang hingga saat ini belum ada aktivitas pedagangan di lokasi tersebut.
Namun dirinya sudah beberapa kali menginformasikan melalui Whatsapp grup paguyuban untuk mempersilahkan para pedagang yang hendak buka.
"Rencananya hari ini, Senin (16/6/2025) mau mulai persiapan penataan barang-barang di lapak masing-masing," ujarnya.
Sedangkan untuk aktivitas parkir, lokasi tersebut telah mulai sejak Sabtu (14/6/2025).
Total ada sekitar sembilan bus pariwisata yang masuk untuk parkir di lokasi tersebut hingga hari ini.
"Semuanya membawa wisatawan yang hendak berkunjung ke Malioboro," bebernya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin